Sukses

Pengertian Lovecef

Lovecef merupakan obat yang diproduksi oleh Medikon Prima Laboratories. Obat ini mengandung Cefradine yang diindikasikan untuk penyakit yang di sebabkan oleh infeksi seperti infeksi saluran kemih, infeksi saluran pernapasan atas, infeksi telinga, infeksi kulit. Cefradine merupakan antibiotik golongan sefalosporin yang memiliki mekanisme kerja menghambat langkah transpeptidasi akhir dari sintesis peptidoglikan di dinding sel bakteri dengan mengikat 1 atau lebih protein pengikat penisilin (PBP), sehingga menghambat sintesis dinding sel yang menyebabkan kematian sel bakteri.

Keterangan Lovecef

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik
  • Kandungan: Cefradine 250 mg/5 mL
  • Bentuk: Sirup Kering
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan: Box, Botol @ 60 mL
  • Farmasi: Medikon Prima Laboratories.

Kegunaan Lovecef

Lovecef digunakan untuk penyakit yang disebabkan oleh infeksi seperti infeksi saluran kemih, infeksi saluran pernapasan atas, infeksi telinga, infeksi kulit.

Dosis & Cara Penggunaan Lovecef

Obat Keras. Harus dengan Resep Dokter. Aturan penggunaan:

Dewasa: 1-2 gram setiap hari dalam 2-4 dosis terbagi. Maksimal: 4 gram setiap hari.
Anak:
- 25-50 mg/kg setiap hari dalam 2-4 dosis terbagi.
- Untuk infeksi telinga: 75-100 mg/kg setiap hari dalam dosis terbagi 6-12 jam. Maksimal: 4 gram setiap hari.

Efek Samping Lovecef

Efek Samping yang mungkin timbul adalah:
Diare, mual, glositis (infeksi lidah), mulas; demam, artralgia (nyeri sendi), ruam, nekrolisis epidermal toksik, pruritus (gatal), urtikaria (biduran), eritema multiforme (reaksi hipersensitif), sindrom Stevens-Johnson; vaginitis (peradangan vagina yang disebabkan jamur atau bakteri), kandidiasis (infeksi yang disebabkan jamur candida); kelainan darah (misal. trombositopenia (jumlah trombosit dalam darah berkurang), leukopenia (jumlah leukosit dalam darah berkurang), agranulositosis, anemia aplastik, anemia hemolitik); kebingungan, gangguan tidur; hiperaktif, hipertensi, pusing, gugup; gangguan enzim hati, hepatitis sementara, penyakit kuning kolestatik; nefritis interstitial reversibel, sesak dada; peningkatan BUN dan kreatinin serum;
Jarang: sakit kepala, muntah, ketidaknyamanan perut.
Berpotensi fatal: Kolitis pseudomembran (peradangan usus besar), anafilaksis (reaksi alergi berat)

Kontraindikasi:
Hipersensitif terhadap sefradine atau sefalosporin lain.

Interaksi Obat:
MeningkatKan risiko nefrotoksisitas dengan loop diuretik., menurunkan clearance ginjal dengan probenesid.

Kategori Kehamilan:
Kategori B: Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil. Atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) namun tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait