Sukses

Pengertian Lovask

Lovask adalah obat yang diproduksi oleh Bernofarm. Obat ini mengandung Amlodipin Besilate yang diindikasikan untuk hipertensi; angina kronis(nyeri dada yang berlangsung selama berbulan-bulan; angina prinzmetal. Lovask bekerja dengan cara mengurangi resistensi pembuluh darah perifer dan tekanan darah dengan merelaksasikan otot polos pembuluh darah koroner dan vasodilatasi koroner melalui penghambatan masuknya ion Ca transmembran ke dalam otot polos jantung dan pembuluh darah.

Keterangan Lovask

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antagonis Kalsium
  • Kandungan: Amlodipin Besilate 5 mg; Amlodipin 10 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 3 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Bernofarm
  • Harga Lovask 5 mg: Rp. 53.000 - Rp. 86.500/ Strip
  • Harga Lovask 10 mg: Rp. 87.00 - Rp. 150.000/ Strip

Kegunaan Lovask

Lovask digunakan untuk hipertensi; angina kronis (nyeri dada yang berlangsung selama berbulan-bulan); angina prinzmetal.

Dosis & Cara Penggunaan Lovask

Lovask merupakan golongan obat keras. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembelian serta penggunaannya.

  • Angina Kronis, Hipertensi, Angina Prinzmetal
    Dewasa, dosis awal 1 x sehari 5 mg. Dosis bersifat individual dan dapat ditingkatkan setelah setidaknya 1-2 minggu. Maksimal: 1 x sehari 10 mg.
  • Anak Usia 6-17 tahun
    Dosis awal 1 x sehari 2,5 mg, dapat ditingkatkan menjadi 1 x sehari 5 mg setelah interval 4 minggu menurut respons klinis.
  • Lansia
    Dosis awal 1 x sehari 2,5 mg.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 15-30 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Lovask

Efek samping yang mungkin timbul adalah:

  • Edema perifer (penumpukan cairan di bagian kaki)
  • Hipotensi (tekanan darah rendah)
  • Serangan jantung
  • Leucopenia (jumlah leukosit kurang dari normal)
  • Trombositopenia (jumlah trombosit kurang dari normal)
  • Bradikardia (denyut jantung lambat)
  • Takikardia ventrikel (bilik jantung berdetak lebih cepat)
  • Nyeri dada
  • Jantung berdebar
  • Tinnitus (telinga berdenging)
  • Mual
  • Pencernaan yang terganggu
  • Pingkatan enzim hati
  • Kram otot
  • Artralgia (nyeri sendi)
  • Nyeri punggung

Overdosis

  • Gejala: denyut jantung lambat, gangguan irama jantung, hipotensi berat, vasodilatasi perifer berlebihan, detak jantung cepat, syok.
  • Penatalaksanaan: Lakukan lavage lambung dan pemberian arang hingga 2 jam setelah konsumsi Amlodipine. Mulai diberikan terapi penunjang kardiovaskular aktif, pantau fungsi jantung dan pernapasan, peningkatan ekstremitas dan perhatian volume cairan sirkulasi dan keluaran urin.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Hipotensi berat
  • Syok kardiogenik (gangguan jantung secara mendadak)
  • Obstruksi saluran keluar ventrikel kiri (misal. Stenosis aorta derajat tinggi)
  • Gagal jantung setelah serangan jantung akut

Interaksi Obat

  • Meningkatkan konsentrasi plasma sistemik dengan imunosupresan (misal. Ciclosporin, tacrolimus).
  • Peningkatan konsentrasi serum simvastatin.
  • Peningkatan paparan dengan inhibitor enzim CYP3A4 (misal. Protease inhibitor, antijamur azole, erythromycin, diltiazem).
  • Penurunan konsentrasi plasma dengan induser CYP3A4 (misal. Rifampisin).

Kategori Kehamilan
Kategori C : Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Perhatian Menyusui
Data yang tersedia terbatas dari studi laktasi klinis yang diterbitkan melaporkan bahwa amlodipine hadir dalam ASI dengan perkiraan dosis bayi relatif rata-rata. Konsultasikan pada dokter sebelum mengkonsumsi obat ini.

 

Artikel
    Penyakit Terkait