Sukses

Pengertian Lovask

Lovask merupakan obat yang diproduksi oleh Bernofarm. Obat ini mengandung Amlodipin Besilate yang diindikasikan untuk hipertensi; angina kronis(nyeri dada yang berlangsung selama berbulan-bulan; angina prinzmetal. Mekanisme kerja obat ini adalah Amlodipine, menghambat Ca-channel dihydropyridine, mengurangi resistensi pembuluh darah perifer dan tekanan darah dengan merelaksasikan otot polos pembuluh darah koroner dan vasodilatasi koroner melalui penghambatan masuknya ion Ca transmembran ke dalam otot polos jantung dan pembuluh darah.

Keterangan Lovask

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antagonis Kalsium
  • Bentuk: Tablet
  • Kandungan: Amlodipin Besilate
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 3 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Bernofarm.

Kegunaan Lovask

Lovask digunakan untuk hipertensi; angina kronis (nyeri dada yang berlangsung selama berbulan-bulan); angina prinzmetal.

Dosis & Cara Penggunaan Lovask

Obat Keras. Harus dengan Resep Dokter. Aturan penggunaan:

  • Angina Kronis, Hipertensi, Angina Prinzmetal
    Dewasa, dosis awal 1 x sehari 5 mg. Dosis bersifat individual dan dapat ditingkatkan setelah setidaknya 1-2 minggu. Maksimal: 1 x sehari 10 mg.
  • Anak Usia 6-17 tahun
    Dosis awal 1 x sehari 2,5 mg, dapat ditingkatkan menjadi 1 x sehari 5 mg setelah interval 4 minggu menurut respons klinis.
  • Lansia
    Dosis awal 1 x sehari 2,5 mg.

Efek Samping Lovask

Efek Samping yang mungkin timbul adalah:
Edema perifer (penumpukan cairan di bagian kaki), hipotensi (tekanan darah rendah), serangan jantung, leucopenia (jumlah leukosit kurang dari normal), trombositopenia (jumlah trombosit kurang dari normal), bradikardia (denyut jantung lambat), takikardia ventrikel (bilik jantung berdetak lebih cepat), nyeri dada, jantung berdebar, tinnitus (telinga berdenging), gangguan visual, diplopia, konjungtivitis, mual, pencernaan yang terganggu, diare, sembelit, sakit perut, kelelahan, asthenia (badan lemas), penambahan berat badan, peningkatan enzim hati, kram otot, artralgia (nyeri sendi), nyeri punggung, sakit kepala, mengantuk, pusing, insomnia, gelisah, depresi, gangguan berkemih, nokturia, disfungsi seksual, ginekomastia (pembesaran jaringan kelenjar payudara pada pria), edema paru, batuk, ruam, perubahan warna kulit, pruritus (rasa gatal).

Kontraindikasi:
Hipotensi berat, syok kardiogenik (gangguan jantung secara mendadak), obstruksi saluran keluar ventrikel kiri (misal. Stenosis aorta derajat tinggi), gagal jantung setelah serangan jantung akut.

Interaksi Obat:
Meningkatkan konsentrasi plasma sistemik dengan imunosupresan (misal. Ciclosporin, tacrolimus). Peningkatan konsentrasi serum simvastatin. Peningkatan paparan dengan inhibitor enzim CYP3A4 (misal. Protease inhibitor, antijamur azole, erythromycin, diltiazem). Penurunan konsentrasi plasma dengan induser CYP3A4 (misal. Rifampisin).

Kategori Kehamilan:
Kategori C : Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait