Sukses

Pengertian Losec

Losec merupakan sediaan kapsul yang mengandung Omeprazole, obat ini diproduksi oleh Astra Zeneca Indonesia. Omeprazole digunakan untuk mengobati masalah lambung dan kerongkongan tertentu (seperti refluks asam, tukak). Omeprazole termasuk dalam kelas obat Inhibitor Pompa Proton (PPI). Obat ini meringankan gejala seperti mulas, kesulitan menelan, dan batuk terus-menerus. Obat ini membantu menyembuhkan kerusakan asam lambung dan kerongkongan, membantu mencegah tukak, dan dapat membantu mencegah kanker kerongkongan.

Keterangan Losec

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antasida
  • Kandungan: Omeprazole 20 mg
  • Bentuk: Kapsul
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Kapsul
  • Farmasi: Astra Zeneca Indonesia.

Kegunaan Losec

Losec digunakan untuk mengatasi penyakit yang disebabkan oleh asam lambung seperti masalah perut dan kerongkongan.

Dosis & Cara Penggunaan Losec

Obat ini termasuk dalam golongan obat keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan anjuran dan resep Dokter. Aturan penggunaan:

  • Nyeri Ulserasi
    Dewasa: 20 mg sekali sehari hingga 8 minggu. Pemeliharaan: 20 mg sekali sehari.
  • Pengobatan H. pylori terkait dengan penyakit tukak lambung
    Dewasa: 20 mg untuk 1 minggu dalam kombinasi dengan klaritromisin dan dengan amoksisilin atau metronidazol. Atau, 40 mg sekali sehari selama 1 minggu dalam kombinasi dengan amoksisilin dan metronidazol.
    Anak usia > 4 tahun dengan berat badan 15-30 kg: 10 mg dosis.
    Berat badan 31-> 40 kg: 20 mg dosis. Semua dosis diberikan dalam kombinasi dengan amoksisilin dan klaritromisin selama 1 minggu.
  • Tukak perut atau luka lambung
    Dewasa: 20 mg atau 40 mg sekali sehari. Durasi pengobatan: 4 minggu (tukak duodenum), 8 minggu (tukak lambung). Pemeliharaan: 10-20 mg sekali sehari, dosis dapat di tingkatkan hingga 40 mg sesuai dengan respons.
  • Penyakit refluks gastroesofagus
    Dewasa: 20 mg sekali sehari selama 4-8 minggu. Untuk kasus parah: 40 mg sekali sehari selama 8 minggu. Pemeliharaan: 10 mg sekali sehari, dosis dapat di tingkatkan menjadi 20-40 mg sekali sehari jika perlu.
    Anak usia ≥1 tahun dengan berat 10-20 kg: 10 mg sekali sehari, dosis dapat di tingkatkan menjadi 20 mg sekali sehari jika perlu.
    Anak usia ≥2 tahun dengan berat> 20 kg: 20 mg sekali sehari, dosis dapat di tingkatkan menjadi 40 mg sekali sehari jika perlu. Durasi pengobatan: 4-8 minggu.
  • Sindrom Zollinger-Ellison
    Dewasa: Awalnya, 60 mg setiap hari, sesuaikan sesuai kebutuhan. Dosis umum: 20-120 mg setiap hari. Dosis> 80 mg harus diberikan dalam 2 dosis terbagi.

Efek Samping Losec

Efek samping yang mungkin terjadi apabila mengkonsumsi Losec adalah:
1. Urtikaria (kulit melepuh)
2.Nyeri sendi dan otot
3. Mengantuk dan Kelelahan
4. Ruam pada kulit
5. Batuk, Pusing, Demam
6. Depresi, halusinasi dan Insomnia.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Losec pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Pasien yang sedang mengkonsumsi obat-obatan yang mengandung Rilpivirine, Nelfinavir, Atazanavir
  • Pasien yang hipersensitif terhadap Omeprazole.

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Losec:

  • Peningkatan risiko hipomagnesemia (kurang kadar magnesium dalam darah) dengan diuretik.
  • Peningkatan risiko efek kardiotoksik digoxin-diinduksi.
  • Dapat meningkatkan benzodiazepin plasma konsentrasi (misalnya diazepam), klaritromisin dan methotrexate.
  • Penurunan penyerapan itrakonazol, ketokonazol, posaconazole, dasatinib, garam besi.
  • Dapat memperpanjang eliminasi diazepam, cilostazol, fenitoin dan siklosporin
  • Dapat mengurangi efek antiplatelet clopidogrel.

Kategori Kehamilan:
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Losec ke dalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait