Sukses

Pengertian Lopresor

Lopresor adalah obat yang memiliki kandungan Metoprolol Tartrate dan termasuk dalam golongan obat Beta Blocker. Lopresor dapat digunakan sebagai obat antihipertensi, penyakit angina pektoris (rasa nyeri pada dada), gangguan pada detak jantung, penyumbatan otot jantung, dan penyakit gagal jantung. Lopresor selain digunakan sebagai obat hipertensi dapat juga digunakan untuk mencegah terjadinya stroke dan serangan jantung secara tiba-tiba. Obat ini bekerja dengan cara menghalangi aksi bahan kimia alami tertentu yang berada di dalam tubuh, sehingga dapat menurunkan efektivitas kerja detak jantung, tekanan darah, dan tekanan pada jantung.

Keterangan Lopresor

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Anti Hipertensi
  • Kandungan: Metoprolol Tartrate 100 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Norvatis Indonesia
  • Harga: Rp. 125.000 - Rp. 200.000/ Strip

Kegunaan Lopresor

Lopresor digunakan sebagai obat antihipertensi, mencegah terjadinya stroke dan serangan jantung secara tiba-tiba, penyakit angina pektoris (rasa nyeri pada dada), gangguan pada detak jantung, penyumbatan otot jantung dan penyakit gagal jantung.

Dosis & Cara Penggunaan Lopresor

Lopresor merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras, sehingga pada setiap pembelian dan penggunaannya harus menggunakan resep dokter. 

Dosis penggunaan Lopresor:
- Dosis untuk hipertensi: 1-2 x sehari 1 tablet
- Dosis untuk angina pectoris: 1-2 x sehari 1 tablet
Penggunaan obat ini sebaiknya dikonsumsi pada pagi hari dan malam hari dalam keadaan perut sudah terisi.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu dibawah 25 derajat Celcius.

Efek Samping Lopresor

Efek samping yang dapat terjadi selama penggunaan obat tersebut biasanya, seperti:

  • Pusing
  • Nyeri pada dada
  • angguan pada pernafasan
  • Terjadi pembengkakan pada tangan dan kaki
  • Mual dan muntah
  • Nyeri pada perut
  • Depresi
  • Menggigil

Overdosis

  • Gejala: tekanan darah rendah (hipotensi) berat, denyut jantung yang kurang dari normal (bradikardia), blok atrioventrikular, gagal jantung, syok kardiogenik, penyempitan saluran napas (bronkospasme), gangguan kesadaran, koma, mual, muntah.
  • Penatalaksanaan: Pengobatan simtomatik dan suportif. Pertimbangkan untuk merawat pasien dengan perawatan intensif. Cegah penyerapan bahan obat yang mungkin masih ada di saluran pencernaan dengan induksi muntah, lavage lambung, atau pemberian arang aktif dan pencahar. Evaluasi kebutuhan atropin, obat perangsang adrenergik atau alat pacu jantung untuk mengobati bradikardia dan gangguan konduksi. Infus vasopresor intravena (misalnya norepinefrin, dopamin) dapat diberikan untuk mengobati hipotensi. Bronkospasme dapat diberikan terapi pengobatan dengan bronkodilator. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.


Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Tidak digunakan pada pasien yang memiliki riwayat alergi/hipersensitif pada komposisi obat tersebut.
  • Pasien yang memiliki riwayat penyakit pada gangguan jantung
  • Pasien yang memiliki penyakit anemia (darah dibawah normal)
  • Riwayat penyakit asma akut.

Interaksi Obat
Penggunaan obat yang mengandung komposisi Metoprolol Tartrate jika digunakan bersamaan dengan obat lain seperti yang tertera dibawah ini dapat menimbulkan suatu efek tertentu dari obat tersebut:

  • Terbinafine
  • Obat antidepresan
  • Golongan obat jantung
  • Obat sistem saraf pusat

Kategori Kehamilan
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Lopresor ke dalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Perhatian Menyusui
Lopressor diekskresikan kedalam ASI dalam jumlah yang sangat kecil. Gunakan dengan hati-hati dan tetap konsultasikan pada dokter.

Artikel
    Penyakit Terkait