Sukses

Pengertian Lodomer

Lodomer adalah obat antipsikotik yang mengandung Haloperidol. Lodomer digunakan untuk mengatasi gejala psikosis pada gangguan mental, seperti skizofrenia dan taurete sindrom (penyakit neuropsikiatrik yang membuat penderita mengucapkan atau melakukan gerakan spontan tanpa bisa mengontrolnya).

Keterangan Lodomer

  1. Lodomer Sirup Tetes (Drops)
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antipsikotik
    • Kandungan: Haloperidol 2mg/mL
    • Bentuk: Sirup Tetes (Drops)
    • Satuan Penjualan: Botol Tetes
    • Kemasan: Box, Botol @ 15 mL
    • Farmasi: Mersifarma Tirmaku Mercusana
    • Harga: Rp. 25.000 - Rp. 50.000/ Box
  2. Lodomer Injeksi
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antipsikotik
    • Kandungan: Haloperidol 5 mg/mL
    • Bentuk: Cairan Injeksi
    • Satuan Penjualan: Ampul
    • Kemasan: Box, Ampul @ 1 mL
    • Farmasi: Mersifarma Tirmaku Mercusana
    • Harga: -
  3. Lodomer Tablet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi : Antipsikotik
    • Kandungan : Haloperidol 2mg dan 5 mg
    • Bentuk: Tablet
    • Satuan Penjualan: Botol Tetes
    • Kemasan: Box, Botol @ 15 mL
    • Farmasi: Mersifarma Tirmaku Mercusana
    • Harga Lodomer 2 mg: Rp. 65.000 - Rp. 100.000/ Strip
    • Harga Lodomer 5 mg: Rp. 120.000 - Rp. 150.000/ Strip

Kegunaan Lodomer

Lodomer digunakan untuk mengatasi gejala psikosis pada gangguan mental.

Dosis & Cara Penggunaan Lodomer

Lodomer merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian dan penggunaannya harus menggunakan resep Dokter. Aturan penggunaan:

  1. Lodomer Tablet dan Sirup Tetes
    • Kondisi sedang: dosis awal: dosis 0,5-2 mg diberikan 2-3 kali sehari.
    • Dosis awal dapat ditingkatkan menjadi 3-5 mg diminum 2-3 kali sehari untuk kondisi parah.
    • Anak usia 3-12 tahun: dosis awal: 0,5 mg diminum 2-3 kali sehari. 
  2. Lodomer Injeksi
    • Agitasi dan agresivitas yang berhubungan dengan psikosis akut (misalnya mania, hipomania, skizofrenia akut, keadaan bingung toksik termasuk delirium tremens)
      • Dosis awal: 2-10 mg diberikan melalui injeksi intramuskular (melalui otot) atau melalui intravena (pembuluh darah).

Cara Penyimpanan

  • Lodomer Tablet dan Lodomer Drops: Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius.
  • Lodomer Injeksi: Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius. Jangan didinginkan atau dibekukan. Lindungi dari cahaya.

Efek Samping Lodomer

Efek samping yang mungkin terjadi jika mengkonsumsi obat Lodomer adalah:

  • Terjadi reaksi ekstrapiramidal (hipertonia otot/gemetar)
  • Gangguan pencernaan (susah buang air besar)
  • Xerostomia (Mulut kering akibat produksi kelenjar ludah yang berkurang)
  • Berat badan bertambah

Overdosis

  • Gejala: Reaksi ekstrapiramidal yang parah, hipotensi (tekanan darah rendah), dan sedasi. Kadang-kadang koma dengan depresi pernafasan dan hipotensi yang bisa menjadi cukup parah untuk menghasilkan keadaan seperti syok.
  • Penatalaksanaan: Pengobatan simtomatik dan suportif. Kosongkan perut dengan menginduksi emesis atau lavage lambung setelah konsumsi akut. Berikan arang aktif untuk menurunkan penyerapan obat. Gunakan ventilasi yang dibantu secara mekanis (misalnya jalan nafas orofaringeal, pipa endotrakeal) untuk membangun dan mempertahankan jalan nafas yang paten selama depresi pernafasan atau koma. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Pasien yang mempunyai riwayat hipersensitifitas terhadap haloperidol
  • Keadaan koma
  • Parkinsonisme.

Interaksi Obat

  • Haloperidol jika dikonsumsi bersama dengan amfetamin maka efek terapi dari haloperidol akan diturunkan.
  • Haloperidol jika dikonsumsi bersama dengan obat-obat SSP maka, kerja obat dari SSP akan diperkuat oleh haloperidol seperti obat analgesik, barbiturat.
  • Haloperidol jika dikonsumsi bersama dengan efineprin akan menyebabkan hipotensi berat.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Lodomer ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Perhatian Menyusui
Lodomer terserap kedalam ASI; bayi tidak boleh disusui selama ibu menjalani terapi dengan Lodomer.

Artikel
    Penyakit Terkait