Sukses

Pengertian Liposin

Liposin adalah obat berbentuk sediaan salep yang diproduksi oleh Pharos Indonesia. Liposin mengandung beberapa zat aktif yaitu Neomycin sulfate, Bacitracin, dan Polymixin b sulfate yang dikombinasikan dengan Lidocain. Neomycin Sulfate adalah antibiotik golongan aminoglikosida yang digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan terutama oleh bakteri gram negatif. Neomycin Sulfate bekerja dengan cara mengikat secara reversibel terhadap sub unit 30s dari ribosom bakteri sehingga menghambat sintesa protein yang pada akhirnya menghambat pertumbuhan bakteri. Bacitracin merupakan antibiotik yang dihasilkan dari organisme kelas licheniformis bacillus subtilis var tracy. Obat ini mempunyai spektrum luas, aktif terhadap bakteri gram negatif maupun positif. Lidocaine adalah obat yang termasuk anestesi. Obat ini bisa digunakan untuk anestesi topikal dalam pengobatan pruritus (gatal pada kulit).

Keterangan Liposin

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Topikal Antibiotik
  • Kandungan: Neomycin sulfate 5 mg, Bacitracin 6.67 mg, Polymixin B sulfate 1.27 mg, dan Lidocaine 40 mg
  • Bentuk: Salep
  • Satuan Penjualan: Tube
  • Kemasan: Box, 1 Tube @ 10 Gram
  • Farmasi: Pharos Indonesia

Kegunaan Liposin

Liposin digunakan untuk terapi pengobatan impetigo (infeksi kulit), luka gores, dan luka bakar.

Dosis & Cara Penggunaan Liposin

Liposin merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Liposin juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan.

Aturan penggunaan Liposin Salep sebagai berikut:

Oleskan tipis-tipis Liposin salep pada daerah kulit yang terinfeksi, sebanyak 1-3 kali sehari.


Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 20-25 ° C. Lindungi dari cahaya.

Efek Samping Liposin

Efek samping penggunaan Liposin yang mungkin terjadi adalah ruam kulit dan gatal-gatal.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Liposin pada pasien yang memiliki hipersensitif (reaksi berlebihan atau sangat sensitif) terhadap kandungan dalam salep tersebut.

Artikel
    Penyakit Terkait