Sukses

Pengertian Lipira

Lipira adalah sediaan obat dalam bentuk kapsul yang diproduksi oleh Combiphar Indonesia. Lipira digunakan untuk pasien yang memiliki kadar kadar lipid atau lemak tinggi dalam darah (hiperlipidemia). Lipira mengandung zat aktif Gemfibrozil, dimana Gemfibrozil merupakan turunan asam fibrat yang menurunkan trigliserida serum dan VLDL, dan meningkatkan kolesterol HDL (kolesterol baik).

Keterangan Lipira

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Hiperlipidemia
  • Kandungan: Gemfibrozil 300 mg
  • Bentuk Sediaan: Kapsul 
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 10 Strip @ 6 Kapsul
  • Farmasi: Combiphar Indonesia
  • Harga: Rp. 15.000 - Rp. 28.000/ Strip

Kegunaan Lipira

Lipira digunakan untuk menurunkan kadar lipid atau lemak yang tinggi dalam darah.

Dosis & Cara Penggunaan Lipira

Lipira merupakan Golongan Obat Keras, sehingga penggunaanya harus sesuai dengan Resep Dokter.

Dewasa: 4 kapsul diminum dalam 2 dosis terbagi. Sebagai alternatif: 3 kapsul diberikan sebagai dosis tunggal di malam hari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius, serta terhindar dari cahaya dan kelembaban.

Efek Samping Lipira

Efek samping yang mungkin terjadi adalah:

  • Gangguan otot (miopati)
  • Peningkatan transaminase hati
  • Penurunan hemoglobin
  • Rendahnya sel darah merah (hematokrit)
  • Gugup
  • Pusing
  • Kantuk
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Kesemutan
  • Depresi
  • Vertigo
  • Mulut kering
  • Gangguan rasa
  • Radang usus buntu
  • Diare
  • Sembelit
  • Mual, muntah
  • Sakit perut
  • Perut kembung
  • Ruam

Overdosis

  • Gejala: Sakit perut, kram, laju filtrasi di ginjal abnormal, diare, peningkatan creatine phosphokinase (CPK), nyeri sendi dan otot, mual dan muntah.
  • Penatalaksanaan: Pengobatan simtomatik dan suportif. Pada overdosis akut, segera lakukan lavage lambung. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Riwayat fotosensitifitas atau reaksi fototoksik dengan fibrat
  • Riwayat atau penyakit kandung empedu atau saluran empedu yang sudah ada sebelumnya (misalnya batu empedu)
  • Gangguan hati berat (termasuk sirosis bilier primer) dan gangguan ginjal berat
  • Ibu menyusui
  • Penggunaan bersama dengan repaglinide, dasabuvir, atau statin


Interaksi Obat

  • Meningkatkan konsentrasi plasma rosiglitazone, pioglitazone, bexarotene.
  • Dapat mempotensiasi efek antikoagulan antagonis antagonis tipe kumarin tipe Vitamin K (misalnya Warfarin).
  • Mengurangi ketesediaan lipira dalam darah bila diberikan bersama obat granul-resin (misalnya, Colestipol).
  • Berpotensi Fatal: Risiko hipoglikemia (kadar gula darah rendah) berat jika di berikan bersamaan dengan repaglinid.
  • Meningkatkan pajanan dasabuvir yang dapat mengakibatkan peningkatan risiko perpanjangan QT.
  • Meningkatkan risiko efek samping terkait otot (misalnya, Miopati,rhabdomiolisis) jika di berikan bersamaan dengan statin (misalnya, Simvastatin).

Kategori Kehamilan
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Lipira dalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait