Sukses

Pengertian Lioresal

Lioresal adalah sediaan obat dalam bentuk tablet yang diproduksi oleh Novartis Indonesia. Lioresal digunakan untuk meredakan nyeri otot, seperti kram, kaku dan tegang. Lioresal mengandung 10 mg Baclofen yang bekerja dengan cara melemaskan otot melalui penghambatan rangsangan saraf.

Keterangan Lioresal

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Relaksan Otot
  • Kandungan: Baclofen 10 mg
  • Bentuk Sediaan: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 5 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Novartis Indonesia
  • Harga: Rp. 78.000 - Rp. 150.000/ Strip

Kegunaan Lioresal

Lioresal digunakan untuk meredakan nyeri otot.

Dosis & Cara Penggunaan Lioresal

Lioresal merupakan golongan obat keras, sehingga penggunaanya harus sesuai dengan resep dokter. Aturan penggunaan:

Dewasa: Per Oral Awal: 15 mg / hari dalam dosis terbagi, tingkatkan dosis secara bertahap sesuai respons.
Dosis Uji Intratekal: Awal: 25 mcg atau 50 mcg, tingkatkan dosis menjadi 25 mcg sampai 100 mcg, setelah pemberian minimal selama 24 jam.

Untuk responden dengan respons yang berlangsung > 8-12 jam, dosis uji yang digunakan untuk menghasilkan respons dapat diberikan melalui infus selama 24 jam, jika respons dosis uji berlangsung ≤ 8-12 jam, maka dosis setara dengan dua kali dosis uji diberikan. Sesuaikan dosis harian sesuai kebutuhan.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius.

Efek Samping Lioresal

Efek samping yang mungkin terjadi adalah:

  • Mual
  • Susah tidur
  • Mengantuk
  • Mulut kering
  • Kebingungan
  • Sakit kepala, pusing
  • Sembelit (konstipasi)

Overdosis

  • Gejala: mengantuk, tingkat kesadaran menurun, koma, depresi pernafasan; kebingungan, halusinasi, kcemasan, kejang, EKG abnormal, gangguan akomodasi, gangguan refleks pupil, hipotonia otot umum, mioklonus, hiporefleksia atau arefleksia, vasodilatasi perifer, tekanan darah tinggi atau rendah, denyut jantung diatas atau dibawah normal atau aritmia jantung, hipotermia, mual, muntah, diare, produksi air liur yang berlebih, peningkatan enzim hati, dan rhabdomyolysis.
  • Penatalaksanaan: Pengobatan simtomatik dan suportif. Dapat diberikan cairan bersama dengan golongan obat diuretik. Dapat menjalani hemodialisis pada keracunan parah yang berhubungan dengan gagal ginjal. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.


Kontraindikasi
Tidak boleh di berikan pada penderita epilepsi refrakter terhadap terapi, ulserasi peptikum.

Interaksi Obat

  • Risiko tekanan darah rendah (hipotensi), sesak nafas (dyspnoea), dan efek sistem saraf pusat lainnya dengan morfin.
  • Meningkatkan risiko tekanan darah rendah (hipotensi) dengan antihipertensi.
  • Dapat meningkatkan efek levodopa yang tidak diinginkan (misalnya Kebingungan mental, halusinasi).

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Lioresal ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.\

Perhatian Menyusui
Lioresal terserap kedalam ASI, pertimbangkan manfaat perkembangan dan kesehatan menyusui bersama dengan kebutuhan klinis ibu dan potensi efek samping pada bayi yang disusui atau dari kondisi ibu yang mendasarinya.

Artikel
    Penyakit Terkait