Sukses

Pengertian Lignovell

Lignovell adalah golongan obat Anastesi Lokal yang diproduksi oleh Novell Pharmaceutical Lab. Lidocaine yang terkandung dalam Lignovell digunakan untuk menghilangkan rasa sakit atau memberi efek mati rasa pada bagian tubuh tertentu untuk sementara. Lignovell digunakan untuk membuat mati rasa sebagian area tubuh (obat bius lokal), sebelum dilakukan proses penjahitan luka robek atau operasi Caesar. Selain itu, Lignovell juga digunakan untuk mengatasi aritmia atau gangguan irama jantung. Penggunaan obat ini harus dengan resep dokter.

Keterangan Lignovell

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Anastesi Lokal
  • Kandungan: Lidocaine HCl 20 mg/mL
  • Bentuk: Cairan Injeksi
  • Satuan Penjualan: Ampul
  • Kemasan: Box, 5 Ampul @ 2 mL
  • Farmasi: Novell Pharmaceutical Lab

Kegunaan Lignovell

Lignovell digunakan untuk membuat mati rasa sebagian area tubuh (obat bius lokal), sebelum dilakukan proses penjahitan luka robek atau operasi.

Dosis & Cara Penggunaan Lignovell

Lignovell merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Lignovell juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan. Penggunaan Lidocain harus sesuai dengan Resep dokter.

Intravena (disuntikkan melalui pembuluh darah)

  1. Fibrilasi ventrikel yang tak berdenyut atau takikardia ventrikel
    • Dewasa: 1-1.5 mg / kg berat badan, pemberian dapat diulang sesuai dengan kebutuhan. Maksimal: 3 mg / kg berat badan.
  2. Untuk aritmia ventrikel pada pasien yang lebih stabil
    • Dosis pembebanan biasa: 50-100 mg sebagai injeksi intravena dengan dosis 25-50 mg / menit, dapat diulang satu atau dua kali hingga maksimal 200-300 mg dalam 1 jam, dilanjutkan dengan dosis 1- 4 mg / menit melalui infus intravena berkelanjutan. Mungkin perlu mengurangi dosis jika infus lebih lama dari 24 jam.
  3. Anestesi regional intravena
    • Dewasa: diberikan dosis 50-300 mg. Maksimal: 4 mg / kg berat badan.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 25 ° C.

Efek Samping Lignovell

Efek samping penggunaan Lignovell yang mungkin terjadi adalah:

  • Bradikardi
  • Edema
  • Hipotensi
  • Kecemasan
  • Koma
  • Kebingungan
  • Kantuk
  • Halusinasi dan eufhoria (kesenangan)
  • Sakit kepala
  • Lesu, gugup
  • Kejang
  • Bicara cadel
  • Mual dan muntah
  • Rasa logam
  • Memar dan iritasi
  • Perubahan visual

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Lignovell pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Sindrom Wolff-Parkinson-White (penyakit parkinson).
  • Tidak boleh digunakan pada kulit yang meradang atau terluka.
  • Gangguan jantung.

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Lignovell:

  • Dapat meningkatkan kadar serum jika diberikan bersamaaan dengan simetidin dan propranolol.
  • Peningkatan risiko depresi jantung jika diberikan bersamaaan dengan penyekat β dan antiaritmia lainnya.
  • Efek jantung tambahan dengan fenitoin IV. Hipokalaemia yang disebabkan oleh acetazolamide, loop diuretics dan thiazide dapat efek lidocaine.
  • Persyaratan dosis dapat ditingkatkan dengan penggunaan jangka panjang dari fenitoin dan penginduksi enzim lainnya.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Lignovell masuk ke dalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut:
Pada studi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko pada sistem reproduksi. Studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping (selain penurunan fertilitas) yang tidak didapati pada studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama.


Overdosis

  • Pemberian Lignovell yang melebihi dosis yang dianjurkan akan menimbulkan gejala, seperti tekanan darah rendah, ritme jantung yang mengancam nyawa, denyut jantung lambat, apnea, kejang, koma, henti jantung, henti napas dan kematian.
  • Jika terjadi overdosis, segera pertahankan oksigenasi, hentikan kejang dan dukung sirkulasi. Penanganan pasien overdosis hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis profesional.
Artikel
    Penyakit Terkait