Sukses

Pengertian Lexmodine

Lexmodine adalah obat yang mengandung Famotidine sebagai zat aktifnya. Lexmodine digunakan untuk pengobatan jangka pendek tukak usus 12 jari aktif dan tukak lambung aktif yang jinak, terapi pemeliharaan pada penderita tukak usus 12 jari yang baru saja sembuh dari tukak aktif, pengobatan jangka pendek refluks gastroesofagus, pengobatan hipersekresi, patologi seperti sindrom Zollinger-Ellison, adenoma endokrin multiple.

Keterangan Lexmodine

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antasid, Obat Antirefluks & Antiulserasi
  • Kandungan: Famotidine 20 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 5 Strip @ 6 Tablet
  • Farmasi: Molex Ayus.

Kegunaan Lexmodine

Lexmodine digunakan untuk terapi pengobatan tukak lambung dan usus dalam jangka pendek.

Dosis & Cara Penggunaan Lexmodine

Lexmodine merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Lexmodine juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu.

  • Tukak usus 12 jari: terapi akut 40 mg sehari, sebelum tidur atau 20 mg 2 x sehari
  • Tukak lambung yang jinak: terapi akut 40 mg sekali sehari sebelum tidur
  • Refluks gastroesofagus: 20 mg, 2 x sehari selama 6 minggu
  • Kondisi hipersekresi patologis: awal 20 mg tiap 6 jam, dosis dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan penderita, pada penderita Zollinger Ellison yang serius dosis dapat ditingkatkan sampai 160 mg tiap 6 jam.

Cara Penyimpanan:
Simpan pada suhu di bawah 30°C. Lindungi dari cahaya dan kelembaban.

Efek Samping Lexmodine

Efek samping yang mungkin terjadi dalam penggunaan Lexmodine adalah sakit kepala, pusing, konstipasi, diare, jerawat, pruritus, urtikaria, kulit kering, demam, hipertensi, pembilasan, nyeri muskuloskeletal.

Kontraindikasi:
Pasien yang memiliki riwayat hipersensitifitas pada famotidine

Kategori kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Lexmodine masuk ke dalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut:
Pada studi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko pada sistem reproduksi. Studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping (selain penurunan fertilitas) yang tidak didapati pada studi terkontrol pada wanita hamil trisemester pertama.

Artikel
    Penyakit Terkait