Sukses

Pengertian Lexa

Lexa merupakan obat yang diproduksi oleh PT. Otto Pharmaeutical. Obat ini mengandung Levofloxacin yang diindikasikan untuk infeksi kulit & jaringan lunak tanpa komplikasi, sinusitis maksilaris akut, pneumonia komunitas, eksaserbasi akut bronkitis kronis, infeksi saluran kemih dengan komplikasi, pielonefritis (infeksi pada ginjal) akut. Levofloxacin merupakan antibiotik golongan kuinolon dan memiliki mekanisme kerja menghambat replikasi DNA bakteri.

Keterangan Lexa

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik Golongan Kuinolon
  • Kandungan: Levofloxacin 500 mg
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 1 Strip @ 10 Tablet Salut Selaput
  • Farmasi: PT. Otto Pharmaeuticals.

Kegunaan Lexa

Lexa digunakan untuk sinusitis maksilaris akut, pneumonia komunitas, eksaserbasi akut bronkitis kronis, infeksi saluran kemih dengan komplikasi, pielonefritis (infeksi pada ginjal) akut, infeksi kulit & jaringan lunak tanpa komplikasi.

Dosis & Cara Penggunaan Lexa

Obat Keras. Harus dengan resep Dokter. Aturan penggunaan:

  • Sinusitis Maksilaris Akut
    1 x sehari 500 mg selama 10-14 hari.
  • Pneumonia Komunitas
    1 x sehari 500 mg selama 7-14 hari.
  • Eksaserbasi Akut Bronkitis Kronis
    1 x sehari 500 mg selama 7 hari.
  • Infeksi Saluran Kemih dengan Komplikasi, Pielonefritis Akut
    1 x sehari 250 mg selama 10 hari.
  • Infeksi Kulit & Jaringan Lunak Tanpa Komplikasi
    1 x sehari 500 mg selama 7-10 hari.

Efek Samping Lexa

Efek Samping yang mungkin terjadi adalah:
Pneumonitis alergi, syok anafilaksis (reaksi alergi), reaksi anafilaktoid (reaksi alergi berat), disfonia (kelainan pada pita suara), EKG abnormal, ensefalopati (kelainan fungsi otak), eosinofilia, eritema multiforme (reaksi hipersensitivitas pada kulit karena infeksi), anemia hemolitik, kegagalan organ multi-sistem, palpitasi, parestesia (kesemutan), sindrom Stevens-Johnson, ruptur tendon, vasodilatasi; sakit kepala, insomnia, gangguan tidur, gelisah, depresi, halusinasi, tremor & penyimpangan rasa, kantuk, reaksi psikotik; mual, muntah, diare, konstipasi, perut kembung, sakit perut, anoreksia (gangguan makan); geniliasis genital, leukorea & vaginitis; ruam kulit, pruritus (gatal), edema, peningkatan keringat; malaise, kelelahan.

Kontraindikasi:
Hipersensitif terhadap turunan levofloxacin & kuinolon, kehamilan & laktasi. Anak usia < 18 tahun.

Interaksi Obat:
Multivitamin yang mengandung Zn, Kation logam, antasida yang mengandung Al atau Mg, sukralfat, preparat Fe, NSAID, hipoglikemik.

Kategori Kehamilan:
Kategori C: Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait