Sukses

Pengertian Levovid

Levovid adalah obat yang diproduksi oleh PT. Bernofarm. Obat ini mengandung Levofloxacin yang diindikasikan untuk pengobatan infeksi sistemik sinusitis bakteri akut, pneumonia komunitas, pengobatan dan profilaksis pasca pajanan antrax, pielonefritis (infeksi pada ginjal), eksaserbasi bakteri akut bronkitis kronis, prostatitis bakteri akut, infeksi saluran kemih dengan komplikasi dan infeksi saluran kemih tanpa komplikasi. Levovid merupakan antibiotik golongan kuinolon dan memiliki mekanisme kerja memberikan aksi antibakteri dengan menghambat bakteri topoisomerase IV dan DNA gyrase, enzim yang diperlukan untuk replikasi DNA, perbaikan transkripsi dan rekombinasi.

Keterangan Levovid

  1. Levovid Tablet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antibiotik Golongan Kuinolon
    • Kandungan: Levofloxacin 250 mg; Levofloxacin 500 mg
    • Bentuk: Tablet Salut Selaput
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Box, 1 Strip @ 10 Tablet
    • Farmasi: PT. Bernofarm
    • Harga: Rp. 30.000 - Rp. 60.000/ Tablet
  2. Levovid Infus
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antibiotik Golongan Kuinolon
    • Kandungan: Levofloxacin 5 mg/ ml
    • Bentuk: Infus
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Box, Botol @ 100 ml
    • Farmasi: PT. Bernofarm
    • Harga: Rp. 250.000 - Rp. 300.000/ Botol

Kegunaan Levovid

Levovid digunakan untuk pengobatan infeksi sistemik sinusitis bakteri akut, pneumonia komunitas, pengobatan dan profilaksis pascapajanan antrax, pielonefritis (infeksi pada ginjal), eksaserbasi bakteri akut bronkitis kronis, prostatitis bakteri akut, infeksi saluran kemih dengan komplikasi dan infeksi saluran kemih tanpa komplikasi.

Dosis & Cara Penggunaan Levovid

Levovid merupakan golongan obat keras. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembelian serta penggunaannya.

  1. Levovid Tablet
    • Sinusitis Bakteri Akut
      Dewasa: 500 mg 1 x sehari selama 10-14 hari.
    • Pneumonia Komunitas, Infeksi Kulit dan Struktur Kulit
      Dewasa: 500 mg 1 x sehari selama 7-14 hari.
    • Pengobatan dan Profilaksis Pasca Pajanan Antraks
      Dewasa: 500 mg 1 x sehari selama 8 minggu.
      Anak usia ≥ 6 bulan dengan berat badan ≤ 50 kg: 8 mg / kg berat badan setiap 12 jam selama 60 hari (tidak melebihi 250 mg / dosis).
      Anak usia ≥ 6 bulan dengan berat badan > 50 kg: 500 mg 24 jam selama 60 hari.
    • Pielonefritis
      Dewasa: 500 mg 1 x sehari selama 7-10 hari.
    • Eksaserbasi Bakteri Akut Bronkitis Kronis
      Dewasa: 500 mg1 x sehari selama 7-10 hari.
    • Prostatitis Bakteri Konis
      Dewasa: 500 mg 1 x sehari selama 28 hari.
    • Infeksi Saluran Kemih dengan Komplikasi
      Dewasa: 500 mg 1 x sehari selama 7-14 hari.
    • Infeksi Saluran Kemih Tanpa Komplikasi
      Dewasa: 250 mg 1 x sehari selama 3 hari.
  2. Levovid Injeksi
    • Dosis Umum: 250 - 750 mg 1 kali sehari selama 7-10 hari.

Cara Penyimpanan

  • Levovid Tablet: Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius.
  • Levovid Infus: Simpan pada suhu dibawah 30 derajat Celcius.

Efek Samping Levovid

Efek samping yang mungkin terjadi adalah:

  • Efek saluran pencernaan (misalnya mual, diare, konstipasi)
  • Sakit kepala
  • Insomnia
  • Pusing
  • Tendinitis (peradangan pada tendon)
  • Reaksi fotosensitifitas / fototoksisitas
  • Neuropati perifer (ireversibel
  • Hipoglikemia (kadar gula darah rendah) atau hiperglikemia (kadar gula darah tinggi)
  • Artralgia (nyeri sendi)
  • Artritis (radang sendi)
  • Demam
  • Penurunan penglihatan sementara
  • Nyeri, kering, gatal atau tidak nyaman


Kontraindikasi
Hipersensitif (reaksi berlebih atau sangat semsitif) terhadap levofloksasin atau golongan kuinolon lainnya.

Interaksi Obat

  • Efek aditif dapat memperpanjang interval QT bersama kelas IA (misalnya. Quinidine, procainamide) atau kelas III (amiodarone, sotalol) antiaritmia, fluoxetine atau imipramine.
  • Pengurangan penyerapan dengan sukralfat,antasid yang mengandung Mg atau Al, suplemen makanan yang mengandung Zn, Ca, Mg atau Fe.
  • Perubahan kadar glukosa dengan agen antidiabetes (misal. Insulin, glibenclamide)
  • Meningkatkan waktu protrombin bersama warfarin
  • Meningkatkan risiko gangguan tendon berat dengan kortikosteroid.

Kategori Kehamilan
Kategori C: Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Perhatian Menyusui
Levovid terserap kedalam ASI setelah pemberian intravena dan oral; tidak ada informasi mengenai efek pada produksi ASI atau bayi yang disusui; karena potensi risiko reaksi merugikan yang serius, pada bayi yang disusui, beri tahu wanita menyusui bahwa menyusui tidak dianjurkan selama pengobatan dan untuk tambahan dua hari (lima waktu paruh) setelah dosis terakhir.

Artikel
    Penyakit Terkait