Sukses

Pengertian Levopar

Levopar merupakan obat yang diproduksi oleh PT. Meprofarm. Obat ini mengandung Benserazide HCl dan Levodopa di ndikasikan untuk penyakit Parkinson. Mekanisme kerja obat ini adalah Levodopa merupakan prekursor metabolisme dopamin, yang membantu mengatur gerakan otot. Benserazide dapat mengurangi efek samping perifer seperti mual dan muntah.

Keterangan Levopar

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antiparkinson
  • Kandungan: Benserazide HCl 25 mg dan Levodopa 100 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 5 Strip @ 10 tablet; Box, 10 Strip @ 10 tablet
  • Farmasi: PT. Meprofarm.

Kegunaan Levopar

Levopar digunakan untuk penyakit Parkinson.

Dosis & Cara Penggunaan Levopar

Obat Keras. Harus dengan resep Dokter. Aturan penggunaan:

  • Dewasa:
    Dosis awal: 3-4 x sehari 1/2 tablet atau 1 tablet 3 x 1 tablet sehari,
    Dosis efektif: 400-800 mg sehari dalam dosis terbagi. Dosis dapat ditingkatkan secara hati-hati sampai maksimal 1000 mg/hari.
  • Lansia
    Dosis awal: 1-2 x sehari 1/2 tablet, dapat ditingkatkan sebesar 1/2 tablet (50 mg) per hari dengan interval 3-4 hari.

Efek Samping Levopar

Efek Samping yang mungkin terjadi adalah:
Gangguan saluran pencernaan, misalnya: mual, muntah, anoreksia (gangguan makan), diare, rasa gangguan. Perdarahan saluran pencernaan pada pasien tukak lambung. Hipotensi ortostatik (penurunan tekanan darah secara tiba-tiba, gangguan irama jantung. Gangguan kejiwaan misal: kegembiraan ringan, kecemasan, agitasi (rasa kesal, atau gelisah), insomnia, kantuk, depresi, agresi, halusinasi, tidur secara tiba-tiba. Gerakan tak sadar yang abnormal, misal: diskinesia (gangguan medis gerakan tidak terkendali), dystonia (otot berkontrasi secara tidak terkendali), chorea. Anemia hemolitik, leukopenia sementara dan trombositopenia. Peningkatan sementara enzim hati; peningkatan BUN dan asam urat.

Kontraindikasi:
Penggunaan bersamaan atau dalam waktu 2 minggu setelah penghentian inhibitor non-selektif monoamine oksidase (MAO). Psikoneurosis atau psikosis parah; gangguan endokrin, ginjal, hati atau jantung yang parah; glaukoma sudut sempit; melanoma (kanker kulit) ganas; pada pasien < 25 tahun, dan kehamilan.

Interaksi Obat:

  • Peningkatan hipotensi postural dan kemungkinan berkurangnya penyerapan Levodopa dengan TCA.
  • Mengurangi efek dengan fenotiazin, butyrophenones, thioxanthenes dan agen antipsikotik lainnya; reserpin, papaverin, fenitoin, dan isoniazid.
  • Mengurangi penyerapan dengan ferro sulfat.
  • Pyridoxine (10-25 mg) dapat membalikkan efek antiparkinson.
Artikel
    Penyakit Terkait