Sukses

Pengertian Levocin

Levocin adalah obat yang diproduksi oleh PT Sanbe Farma. Obat ini tersedia dalam bentuk infus, tablet, dan tetes mata.

Obat Levocin mengandung levofloxacin yang digunakan untuk terapi sinusitis maksilaris akut, eksaserbasi akut bronkitis kronis, pneumonia, infeksi saluran kemih, serta infeksi kulit dan jaringan lunak tanpa komplikasi.

Kandungan levofloxacin bekerja dengan menghambat pertumbuhan dari bakteri. 

Artikel Lainnya: Waspada, Kebiasaan Ini Dapat Menjadi Pemicu Sinusitis!

Keterangan Levocin

Berikut adalah keterangan dari obat Levocin:

  1. Levocin Infus

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antibiotik Kuinolon.
  • Kandungan: Levofloxacin 500 mg/100 mL.
  • Bentuk: Infus.
  • Satuan Penjualan: Satuan Soft Bag.
  • Kemasan: Soft Bag @ 100 mL.
  • Farmasi: PT Sanbe Farma.
  • Harga: -
  1. Levocin Tablet

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antibiotik Kuinolon.
  • Kandungan: Levofloxacin 500 mg.
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Box, 3 Strip @ 6 Tablet.
  • Farmasi: PT Sanbe Farma.
  • Harga: Rp. 40.000 - Rp. 80.000/ Tablet.
  1. Levocin Tetes Mata

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antibiotik Kuinolon.
  • Kandungan: Levofloxacin 5 mg/mL.
  • Bentuk: Larutan Steril.
  • Satuan Penjualan: Satuan Botol Plastik.
  • Kemasan: Dus, Botol Plastik @ 5 mL.
  • Farmasi: PT Sanbe Farma.
  • Harga: Rp. 80.000 - Rp. 140.000/ Botol.

Kegunaan Levocin

Levocin digunakan untuk mengatasi kondisi-kondisi medis berikut ini:

  • Sinusitis maksilaris akut.
  • Eksaserbasi akut bronkitis kronis.
  • Pneumonia yang didapat masyarakat.
  • Infeksi saluran kemih.
  • Infeksi kulit dan jaringan lunak tanpa komplikasi.

Artikel Lainnya: Mengenal Tanda dan Gejala Pneumonia saat Hamil

Dosis & Cara Penggunaan Levocin

Levocin merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dari dokter.

Aturan penggunaan obat Levocin secara umum adalah:

  1. Levocin Infus

  • Pasien dengan fungsi ginjal normal: 250-500 mg, diberikan 1 kali sehari.
  • Biasanya diberikan selama 7-14 hari tergantung beratnya penyakit.
  1. Levocin Tablet

  • Sinusitis maksilaris akut: 1 tablet per hari selama 10-14 hari.
  • Eksaserbasi akut bronkitis kronis: 1 tablet setiap hari selama 7 hari.
  • Pneumonia yang didapat dari komunitas: 1 tablet setiap hari selama 7-14 hari.
  • Infeksi saluran kemih dengan komplikasi: ½ tablet selama 10 hari.
  • Infeksi saluran kemih tanpa komplikasi: ½ tablet selama 3 hari.
  • Pielonefritis akut: ½ tablet per hari selama 10 hari.
  • Infeksi kulit dan struktur kulit tanpa komplikasi: 1 tablet per hari selama 7-10 hari. 
  1. Levocin Tetes Mata

  • Teteskan 1 tetes Levocin di mata yang sakit sebanyak 3 kali sehari.

Cara Penyimpanan Levocin

Simpan di tempat kering dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung.

Efek Samping Levocin

Efek samping yang dapat terjadi selama penggunaan Levocin, yaitu:

  • Reaksi hipersensitivitas.
  • Pusing.
  • Sakit kepala.
  • Insomnia.
  • Mual.
  • Diare.
  • Rasa tidak nyaman pada perut.
  • Peningkatan BUN atau kreatinin.
  • Peningkatan SGOT dan SGPT.
  • Leukopenia.
  • Anemia.
  • Eosinofilia.
  • Trombositopenia.
  • Anoreksia atau gangguan makan. 

Artikel Lainnya: Benarkah Sunat Cara untuk Mengatasi Infeksi Saluran Kemih?

Kontraindikasi

Jangan memberikan Levocin kepada pasien dengan kondisi berikut:

  • Hipersensitif terhadap antibiotik golongan kuinolon.
  • Kehamilan dan menyusui.
  • Anak usia < 18 tahun.

Interaksi Obat

Berikut ini interaksi obat pada penggunaan Levocin:

  • Penyerapan menurun oleh antasida, sukralfat, kation logam, multivitamin.
  • Penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid secara bersamaan dapat meningkatkan risiko kejang.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Riset pada hewan menunjukkan adanya efek merugikan terhadap janin. Namun, belum ada riset yang adekuat pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan apabila manfaatnya melebihi potensi risiko terhadap janin.

Peringatan Menyusui

Levofloxacin dapat masuk ke dalam ASI. Konsultasikan kepada dokter terlebih dahulu.

 

Artikel
    Penyakit Terkait