Obat Alergi

Levocetirizine

Klikdokter, 22 Jun 2020

Ditinjau Oleh Tim Apoteker Klikdokter

Levocetirizine merupakan obat golongan anti histamin yang digunakan untuk meredakan alergi.

Pengertian

Levocetirizine adalah obat golongan anti histamin yang digunakan untuk meredakan alergi. Levocetirizine bekerja 2 kali mengikat H1 reseptor dibandingkan cetirizine. H1 reseptor adalah reseptor histamin (zat yang diproduksi oleh sel-sel tubuh ketika mengalami reaksi alergi atau infeksi). Levocetirizine selektif berkompetisi menduduki H1 reseptor pada saluran pencernaan, pembuluh darah, dan saluran pernafasan.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Anti histamin
  • Kandungan: Levocetirizine 5 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 1 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Pratapa Nirmala.

Merk dagang yang beredar di Indonesia:
Avocel, L-Falergi, Xyzal.

Kegunaan

Levocetirizine merupakan obat golongan anti histamin yang digunakan untuk meredakan alergi.

Dosis & Cara Penggunaan

Levocetirizine merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Levocetirizine juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu.

  • Dewasa: 2.5-5 mg per hari.
  • Anak usia 6 bulan-5 tahun: 1.25 mg per hari.
  • Anak usia 6-11 tahun: 2.5 mg per hari pada sore hari.

Cara Penyimpanan:
Simpan pada suhu 20-25°C.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi adalah mulut kering, diare, mual, muntah, nyeri perut bagian atas, kelelahan, demam, sakit kepala, batuk.

Kontraindikasi:

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap Levocetirizine
  • Pasien yang memiliki riwayat penurunan fungsi ginjal.

Interaksi obat:
Dapat menyebabkan efek adiktif (ketergantungan) dengan obat golongan anti depresan (sedatives, tranquilizers).

Kategori kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Levocetirizine ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Overdosis:

  • Gejala overdosis Levocetirizine antara lain mengantuk; agitasi, kegelisahan (anak-anak).
  • Jika terjadi overdosis, berikan pengobatan simtomatik dan suportif (oleh tenaga medis). Bilas lambung dapat dipertimbangkan segera setelah konsumsi.