Sukses

Pengertian Levin

Levin adalah produk obat dengan bentuk sediaan infus yang diproduksi oleh Otto Pharmaceuticasl. Levin mengandung Levofloxacin yang digunakan untuk mengobati sinusitis bakteri akut, pneumonia komunitas, pengobatan dan pencegahan pasca pajanan antrax, pielonefritis (infeksi pada ginjal), eksaserbasi bakteri akut bronkitis kronis, prostatitis (peradangan pada kelenjar prostat) bakteri akut, infeksi saluran kemih dengan komplikasi dan infeksi saluran kemih tanpa komplikasi. Levin termasuk dalam antibiotik golongan kuinolon yang bekerja dengan menghambat replikasi DNA bakteri sehingga pertumbuhan bakteri terhambat.

Keterangan Levin

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik Kuinolon
  • Kandungan: Levofloxacin Hemihydrate 500 mg/100 mL
  • Bentuk: Infus
  • Satuan Penjualan: Vial
  • Kemasan: Box, 1 Vial @ 100 mL
  • Farmasi: Otto Pharmaceuticasl

Kegunaan Levin

Levin digunakan sebagai terapi pengobatan untuk pneumonia atau infeksi paru-paru, bronkitis kronik eksaserbasi akut, sinusitis akut, infeksi kulit dan struktur kulit, infeksi saluran kemih, prostatitis bakterialis kronik, demam tifoid.

Dosis & Cara Penggunaan Levin

Levin termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan anjuran resep dokter dan dilakukan oleh Tenaga Medis Profesional:

  1. Pneumonia yang didapat di masyarakat; Infeksi kulit dan jaringan lunak yang disertai dengan komplikasi
    500 mg diberikan 1-2 kali sehari selama 7-14 hari.
  2. Infeksi saluran kemih yang disertai dengan komplikasi
    500 mg diberikan 1 kali sehari selama 7-14 hari.
  3. Pielonefritis
    500 mg diberikan 1 kali sehari selama 7-10 hari.
  4. Prostatitis bakterial kronis
    500 mg diberikan 1 kali sehari selama 28 hari.
  5. Pengobatan dan pencegahan pasca pajanan inhalasi antraks
    500 mg diberikan 1 kali sehari selama 8 minggu. Semua dosis diberikan melalui infus selama 60 menit.


Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 25°C.

Efek Samping Levin

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Levin, antara lain:

  • Artralgia (nyeri sendi).
  • Mual, diare, konstipasi).
  • Sakit kepala.
  • Insomnia.
  • Pusing.
  • Hipoglikemia (kadar gula darah rendah) atau hiperglikemia (kadar gula darah tinggi).
  • Artritis (radang sendi).
  • Demam.
  • Penurunan penglihatan sementara, terbakar pada mata, nyeri, kering, gatal atau tidak nyaman.
  • Berpotensi Fatal: Hipersensitivitas dan reaksi anafilaksis, hepatotoksisitas berat termasuk hepatitis, diare dan kolitis yang terinfeksi Clostridium difficile.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Levin pada pasien yang memiliki indikasi hipersensitif terhadap levofloksasin atau kuinolon lainnya.

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Levin:

  • Efek aditif dapat memperpanjang interval QT bersama kelas IA (misalnya Quinidine, procainamide) atau kelas III (amiodarone, sotalol) antiaritmia, fluoxetine atau imipramine.
  • Peningkatan risiko gangguan tendon berat dengan kortikosteroid. Meningkatnya risiko stimulasi dan kejang SSP bersama obat golongan anti inflamasi non steroid.
  • Perubahan kadar glukosa dengan agen antidiabetes (misalnya Insulin, glibenclamide).
  • Pengurangan penyerapan dengan sukralfat, ddI, antasid yang mengandung Mg atau Al, suplemen makanan yang mengandung Zn, Ca, Mg atau Fe.
  • Peningkatan waktu protrombin bersama warfarin.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Levin ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

 

Artikel
    Penyakit Terkait