Sukses

Pengertian Lethira

Lethira adalah obat yang diproduksi Pharos Indonesia dan mengandung zat aktif Levetiracetam. Lethira merupakan golongan obat keras (harus dengan resep dokter) yang digunakan untuk terapi epilepsi agar dapat mengurangi dan mencegah timbulnya kejang dan merelaksasi otot. Mekanisme kerja Lethira (Levetiracetam) adalah dengan memodulasi pelepasan neurotransmitter.

Keterangan Lethira

  • Golongan:Obat Keras
  • Kelas Terapi: Anti Konvulsan
  • Kandungan: Levetiracetam 500 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 3 Strip @ 10 Tablet Salut Selaput
  • Farmasi: Pharos Indonesia
  • Harga: Rp. 88.000 - Rp. 150.000/ Strip

Kegunaan Lethira

Lethira digunakan untuk terapi epilepsi agar dapat mengurangi dan mencegah timbulnya kejang dan merelaksasi otot.

Dosis & Cara Penggunaan Lethira

Lethira merupakan golongan obat keras. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembelian serta penggunaannya.

Monoterapi untuk kejang parsial dengan atau tanpa generalisasi sekunder

  • Dewasa: Dosis awal yang disarankan adalah ½ tablet, dosis dapat ditingkatkan menjadi 1 tablet diminum 2 kali sehari, setelah 2 minggu.
  • Dosis selanjutnya menjadi ½ tablet diminum 2 kali sehari setiap 2 minggu tergantung pada respons. Maksimal penggunaan 3 tablet.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius.

Efek Samping Lethira

Efek samping yang mungkin terjadi adalah:

  • Kelelahan,
  • Pusing
  • Anoreksia atau tidak mau makan
  • Diare
  • Dispepsia atau sekumpulan gejala nyeri/ perasaan tidak enak pada perut bagian atas yang menetap
  • Mual
  • Mialgia atau nyeri otot
  • Ataksia atau gangguan saraf
  • Sakit kepala
  • Amnesia (lupa ingatan)
  • Depresi
  • Insomnia
  • Gemetar

Overdosis

  • Gejala: mengantuk, kecemasan, tingkat kesadaran menurun, depresi pernapasan, koma.
  • Penatalaksanaan: Pengobatan simtomatik dan suportif. Kosongkan lambung dengan lavage lambung atau induksi muntah. Dapat melakukan cuci darah. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.


Interaksi Obat
Konsentrasi metotreksat darah yang meningkat atau berkepanjangan yang berpotensi toksik/keracunan.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Lethira ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Perhatian Menyusui
Lethira terserap kedalam ASI. Gunakan dengan hati-hati dan konsultasikan pada dokter.

Artikel
    Penyakit Terkait