Sukses

Pengertian Lesidas

Lesidas adalah obat yang diproduksi Kalbe Farma dan dikemas dalam bentuk sediaan tablet. Lesidas mengandung Loratadine dan digunakan untuk mengatasi kondisi alergi. Mekanisme Lesidas (Loratadine), turunan piperidin, adalah antihistamin non-sedasi yang bekerja lama yang secara selektif menghambat reseptor histamin H1 pada sel efektor. Lesidas (Loratadine) adalah obat keras (harus dengan resep Dokter).

Keterangan Lesidas

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Anti Histamin dan Anti Alergi
  • Kandungan: Loratadine 10 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 2 strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Dankos Farma/ Kalbe Farma
  • Harga: Rp. 50.000 - Rp. 90.000/ Strip

Kegunaan Lesidas

Lesidas digunakan untuk mengobati berbagai jenis kondisi alergi.

Dosis & Cara Penggunaan Lesidas

Lesidas merupakan golongan obat keras. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembelian serta penggunaannya.

Aturan minum: 1 tablet diminum 1 kali sehari atau ½ tablet diminum 2 kali sehari. Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius.

Efek Samping Lesidas

Efek samping yang mungkin timbul:

  • Signifikan: Sakit kepala, mengantuk, kantuk, kelelahan, gugup.
  • Gangguan jantung: Palpitasi/kondisi yang muncul ketika jantung terasa berdebar dan berdetak lebih cepat daripada biasanya, takikardia/keadaan di mana detak jantung melebihi 100 kali per menit, hipotensi(darah rendah).
  • Gangguan pencernaan: Mulut kering, sakit perut, mual, muntah, diare, gastritis/suatu kondisi di mana lapisan kulit dalam lambung meradang atau
    membengkak.
  • Gangguan umum dan kondisi situs admin: Malaise/tidak fit.
  • Gangguan hepatobilier: Ikterus/pewarnaan kuning yang tampak pada
    sklera dan kulit yang disebabkan oleh penumpukan bilirubin, hepatitis, nekrosis /kerusakan hati.
  • Investigasi: Peningkatan enzim hati, pertambahan berat badan.
  • Gangguan metabolisme dan nutrisi: Nafsu makan meningkat.
  • Gangguan sistem saraf: Pusing
  • Gangguan kulit dan jaringan subkutan: Ruam, alopesia/kebotakan

Overdosis

  • Gejala: Mengantuk, denyut jantung diatas normal, mengantuk, sakit kepala.
  • Penatalaksanaan: Pengobatan simtomatik dan suportif. Dapat memberikan arang aktif dan dapat melakukan lavage lambung. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Bayi prematur dan bayi baru lahir
  • Asma akut.
  • Kehamilan dan menyusui.

Interaksi Obat
Dapat meningkatkan konsentrasi plasma bila digunakan bersama dengan ketoconazole, fluconazole, erythromycin, clarithromycin, cimetidine.

Artikel
    Penyakit Terkait