Sukses

Obat tetes mata Latipress digunakan untuk mengurangi peningkatan tekanan intraokular. Bagaimana cara penggunaannya? Simak ulasannya di sini.

Latipress

Golongan

Obat keras (perlu resep dokter)

Kategori obat

Antiglaukoma

Digunakan oleh

Dewasa

Bentuk obat

Tetes mata

Latipress untuk ibu hamil dan menyusui

Kategori C: 

Penelitian pada hewan menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik, embriosidal, atau lainnya). Namun, tidak ada studi terkontrol pada wanita.


Peringatan menyusui

Ibu menyusui harus berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat ini.

Pengertian Latipress

Latipress adalah obat yang mengandung latanoprost dan benzalkonium Cl.

Obat ini digunakan untuk bantu menurunkan tekanan intraokular (tekanan yang dihasilkan oleh isi bola mata terhadap dinding bola mata, dipengaruhi oleh lapisan dinding bola mata dan volume bola mata) pada pasien glaukoma sudut terbuka dan hipertensi okular.

Tersedia dalam bentuk tetes mata, Latipress tergolong obat keras sehingga membutuhkan resep dari dokter.

Berikut penjelasan lengkap seputar apa itu obat tetes Latipress.

Keterangan Latipress

  • Golongan: Obat keras
  • Kategori: Antiglaukoma
  • Kandungan: Tiap 1 ml mengandung latanoprost 50 mcg dan benzalkonium Cl 0.2 mg
  • Bentuk: Tetes mata
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan: Botol @2,5 ml
  • Farmasi: Kalbe Farma
  • Harga Latipress: Rp200.000 - Rp270.000/botol

Kegunaan Latipress

Latipress tetes mata digunakan untuk menurunkan peningkatan tekanan intraokular pada pasien glaukoma sudut terbuka serta hipertensi okular.

Artikel Lainnya: Sering Mual dan Muntah Hebat? Waspada Glaukoma!

Dosis dan Aturan Pakai Latipress

Dosis dan aturan penggunaan Latipress secara umum adalah sebagai berikut.

Tujuan: mengurangi peningkatan tekanan intraokular pada pasien dengan glaukoma sudut terbuka dan hipertensi okular

Bentuk: tetes mata

  • Satu tetes pada mata yang terkena, sekali sehari di malam hari.

Cara Menggunakan Latipress

  • Ikuti petunjuk penggunaan sesuai dengan resep dokter. Jangan menggunakannya lebih dari dosis yang sudah direkomendasikan.
  • Latipress sebaiknya digunakan pada malam hari untuk mencapai efek maksimal dapat dicapai.
  • Jangan gunakan Latipress lebih dari sekali sehari. Pemberian yang lebih sering terbukti bisa menurunkan efek penurunan tekanan intraokular. 
  • Jika satu dosis terlewat, lanjutkan pengobatan dengan dosis berikutnya seperti biasa.

Cara Penyimpanan

Simpan botol yang belum dibuka pada suhu 2-8 derajat Celsius. Setelah kemasan dibuka, dapat disimpan pada suhu ruangan selama 6 minggu.

Efek Samping Latipress

Efek samping yang mungkin terjadi setelah penggunaan obat Latipress adalah:

  • perubahan bulu mata
  • kulit kelopak mata menjadi gelap
  • peradangan intraokular (iritis/uveitis)
  • perubahan pigmentasi iris dan edema makula, termasuk edema makula sistoid

Artikel Lainnya: Hati-hati, Sering Pakai Softlens Berisiko Kena Glaukoma!

Kontraindikasi

Jangan gunakan Latipress jika Anda punya riwayat alergi atau hipersensitif terhadap latanoprost, benzalkonium klorida, atau bahan lain yang ada dalam produk ini.

Interaksi Obat Latipress

Latipress dapat digunakan bersamaan dengan produk obat optalmik topikal lainnya untuk menurunkan tekanan intraokular. 

Namun, penelitian in vitro menunjukkan bahwa pengendapan terjadi ketika obat tetes mata yang mengandung thimerosal digunakan bersama dengan Latipress. 

Jika harus menggunakan lebih dari satu obat optalmik topikal, obat dapat diberikan dengan selang setidaknya 5 menit.

Peringatan dan Perhatian

Latipress dapat menyebabkan kulit kelopak mata menjadi gelap.

Obat ini juga mempengaruhi bulu mata seperti peningkatan panjang, ketebalan, pigmentasi, jumlah bulu mata atau rambut, dan pertumbuhan bulu mata yang salah arah.

Jangan gunakan Latipress saat memakai lensa kontak. Lepas lensa kontak saat akan menggunakan Latipress. Lensa kontak dapat digunakan kembali setelah 15 menit.

Obat ini harus digunakan dengan hati-hati pada kondisi gangguan ginjal atau hati, inflamasi okular, inflamasi vaskular, sudut tertutup, atau glaukoma kongenital.

Kategori Kehamilan

Obat ini masuk dalam kategori C. Artinya, penelitian pada hewan menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik, embriosidal, atau lainnya). Namun, tidak ada studi terkontrol pada wanita.

Artikel Lainnya: Waspada, Ini Efek Samping Steroid pada Penglihatan Anda

Peringatan Kehamilan

Obat ini hanya dapat digunakan jika manfaat lebih besar daripada risikonya. Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Peringatan Menyusui

Seperti halnya ibu hamil, busui juga sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Penyakit Terkait Latipress

  • Glaukoma sudut terbuka
  • Hipertensi okular

Rekomendasi Obat Sejenis Latipress

Jangan ketinggalan informasi lainnya seputar obat dan penyakit dengan mengunduh aplikasi KlikDokter.

(HNS/AYU)

Terakhir Diperbaharui: 11 Maret 2022

Diperbaharui: Apt. Maria Dyah Kartika L.S., S.Farm

Ditinjau: Apt. Evita Fitriani., S. Farm

Referensi:

  • Kalbemed. Diakses 2022. Latipress.
  • MIMS Indonesia. Diakses 2022. Latipress
  • MIMS Indonesia Diakses 2022. Latanoprost.
Artikel
    Penyakit Terkait