Sukses

Pengertian Latanoprost

Latanoprost adalah sediaan obat generik yang digunakan untuk pengobatan glukoma dan hipertensi okular (tekanan bola mata meningkat). Latanoprost bekerja dengan cara mengurangi tekanan intraokular dengan meningkatkan aliran humor aqueous.

Keterangan Latanoprost

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antiglaukoma
  • Kandungan: Latanoprost 50 mcg/ mL
  • Bentuk: Tetes Mata
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan: Botol  @ 2.5 mL
  • Farmasi: Pratapa Nirmala.

Merk Dagang yang Beredar di Indonesia
Glaopen, Glaoplus, Latipress, Xalacom, Xalatan.

Kegunaan Latanoprost

Latanoprost digunakan untuk pengobatan hipertensi okular, dan glaukoma sudut terbuka.

Dosis & Cara Penggunaan Latanoprost

Latanoprost termasuk dalam golongan obat keras, sebaiknya penggunaan obat ini sesuai dengan anjuran resep dokter.

Dewasa: 1 tetes ke mata yang sakit sekali setiap hari, terutama di malam hari.

Cara Penyimpanan
Simpan botol yang belum dibuka pada suhu antara 2-8 derajat Celcius. Setelah dibuka, simpan pada suhu hingga 25 derajat Celcius dan gunakan Latanoprost dalam 4 minggu setelah kemasan dibuka. Lindungi dari cahaya.

Efek Samping Latanoprost

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Latanoprost, antara lain:

  • Pigmentasi warna cokelat terutama pada iris warna campuran
  • Gelap
  • Penebalan dan pemanjangan bulu mata (reversibel)
  • Iritasi okular
  • Edema kelopak mata
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Jarang, penggelapan kulit, iritis.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Latanoprost pada pasien yang memiliki indikasi:
Hipersensitif terhadap latanoprost, benzalkonium Cl.

Interaksi obat
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Latanoprost:

  • Dapat meningkatkan tekanan intraokular dengan bimatoprost.
  • Dapat mengurangi efek terapi dengan AINS.
  • Dapat menyebabkan presipitasi bila dicampur dengan sediaan yang mengandung thimerosal; admin dengan interval 5 mnt.

Kategori kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Latanoprost ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Overdosis

  • Pemberian Latanoprost yang melebihi dosis yang dianjurkan akan menimbulkan gejala, seperti iritasi mata dan hiperemia konjungtiva atau episkleral.
  • Jika terjadi overdosis, segera lakukan pengobatan simtomatik. Penanganan pasien overdosis harus dibantu oleh tenaga medis profesional.
Artikel
    Penyakit Terkait