Larutan Steril

Ecosol

Klikdokter, 10 Des 2020

Ditinjau Oleh Tim Apoteker Klikdokter

Ecosol NaCl digunakan untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang, mengoreksi ketidakseimbangan elektrolit.

Pengertian

Ecosol NaCl adalah sediaan steril yang diproduksi oleh PT. B Braun Pharmaceuricals dan didaftarkan oleh PT. Phapros. Ecosol mengandung zat aktif Natrium Klorida 0,9 %, yang digunakan menggantikan cairan tubuh yang hilang, mengoreksi ketidakseimbangan elektrolit, dan menjaga tubuh agar tetap terhidrasi dengan baik. Pemberian ecosol dapat melalui infus maupun injeksi.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Larutan intravena dan Larutan steril.
  • Kandungan: Natrium Klorida 0,9%
  • Bentuk: Botol Plastik
  • Satuan Penjualan: Botol Plastik
  • Kemasan: Botol Plastik @ 100, 250, dan 500 mL.
  • Farmasi: PT. B Braun Pharmaceuricals/ PT. Phapros

Kegunaan

Ecosol NaCl digunakan untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang, mengoreksi ketidakseimbangan elektrolit, dan menjaga tubuh agar tetap terhidrasi dengan baik.

Dosis & Cara Penggunaan

Ecosol merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan ecosol juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita. Penggunaan ecosol injeksi harus dibantu oleh tenaga ahli medis.

Penggunaan Ecosol tergantung kebutuhan tiap individu.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius, di tempat kering dan terhindar dari cahaya.

Efek Samping

Efek samping penggunaan Ecosol yang mungkin terjadi adalah:

  1. Demam
  2. Abses (benjolan yang berisi nanah)
  3. Nekrosis (kematian jaringan)
  4. Jaringan atau infeksi pada tempat penyuntikan
  5. Trombosis vena atau hipervolemia
  6. Hipernatremia (tingginya kadar ion natrium dalam darah)


Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Pasien dengan kardiovaskular (penyakit jantung)
  • Penderita sirosis (rusaknya organ hati akibat terbentuknya jaringan parut)
  • Penderita nefrotik (kerusakan pada ginjal)
  • Pasien dengan hipoproteinemia (tingkat protein yang sangat rendah dalam darah)