Sukses

Pengertian Lantulos

Lantulos adalah obat yang mengandung Laktulosa. Laktulosa merupakan gula yang tidak terserap, bekerja dengan cara menarik cairan ke dalam tubuh agar feses menjadi lebih lunak, mengubah keasaman feses, serta membantu mencegah pertumbuhan bakteri dalam usus. Lantulos digunakan untuk mengatasi sembelit. Sembelit adalah adalah kondisi dimana seseorang buang air besar kurang dari tiga kali seminggu.

Keterangan Lantulos

  • Golongan: Obat Bebas
  • Kelas Terapi: Obat Pencahar
  • Kandungan: Lactulose 3.335 gram/ 5 ml
  • Bentuk: Sirup
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan: Box, Botol @ 60 mL
  • Farmasi: Pertiwi Agung
  • Harga: Rp. 50.000 - Rp. 110.000/ Box

Kegunaan Lantulos

Lantulos digunakan untuk mengatasi sembelit.

Dosis & Cara Penggunaan Lantulos

Cara Penggunaan Lantulos adalah sebagai berikut:

  1. Dewasa
    • Sembelit kronik sedang: 1-2 sendok makan (15-30 mL) setiap hari.
    • Sembelit kronik parah: 1 sendok makan (15 mL), diminum 2 kali sehari.
  2. Pasien prekoma dan koma hepatik
    • Dosis awal: 30-50 mL, diminum 3 kali sehari. 

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 15-30 derajat Celcius. Lindungi dari cahaya. Jangan didinginkan atau dibekukan.

Efek Samping Lantulos

Efek samping yang mungkin terjadi adalah:

  • Perut kembung
  • Kram perut
  • Perut tidak nyaman
  • Diare
  • Mual, muntah
  • Mulut kering
  • Ketidakseimbangan elektrolit (pengobatan jangka panjang atau dosis berlebihan)

Kontraindikasi
Tidak boleh diberikan pada pasien dengan indikasi:

  • Galaktosemia
  • Obstruksi usus
  • Penyakit radang usus akut (misalnya kolitis ulserativa, penyakit Crohn)
  • Perforasi pencernaan atau risiko perforasi pencernaan
  • Sindrom nyeri perut yang tidak diketahui penyebabnya
  • Diet rendah galaktosa

Interaksi Obat
Hindari penggunaan Lantulos bersamaan dengan obat-obat berikut:

  • Glutamin
  • Tiazid, steroid dan amfoterisin B
  • Glikosida jantung
  • Antasida
  • Neomisin, atau anti infeksi oral lainnya

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Lantulos ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil. Atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) namun tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Perhatian Menyusui
Tidak diketahui apakah Lantulos terserap ke dalam ASI; konsultasikan pada dokter dan gunakan dengan hati-hati.

Artikel
    Penyakit Terkait