Sukses

Pengertian Lanpirome

Lanpirome adalah obat yang mengandung Cefpirome dan digunakan untuk mengobati infeksi saluran pernafasan, infeksi kulit dan jaringan lunak, serta infeksi saluran kemih (ISK) dan kelamin. Lanpirome mengandung Cefpirome, antibiotik golongan cephalosporin generasi keempat yang aktif terhadap bakteri gram negatif mapun gram positif.

Keterangan Lanpirome

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik
  • Kandungan: Cefpirome 1 gram
  • Bentuk: Vial
  • Satuan Penjualan: Vial
  • Kemasan: Box, 1 Vial @ 1 gram + 1 Ampul Pelarut @ 10 ml
  • Farmasi: PT Pertiwi Agung
  • Harga: Rp, 300.000 - Rp. 400.000/ Box

Kegunaan Lanpirome

Lanpirome adalah obat yang digunakan untuk mengobati infeksi saluran pernafasan, infeksi kulit dan jaringan lunak, serta infeksi saluran kemih (ISK) dan kelamin.

Dosis & Cara Penggunaan Lanpirome

Lanpirome injeksi merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan Lanpirome injeksi juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita. Penggunaan lanpirome injeksi sebaiknya dibantu dengan petugas medis.

Aturan penggunaan: 2-4 gram per hari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu dibawah 25 derajat Celcius.

Efek Samping Lanpirome

Efek samping yang mungkin terjadi apabila menggunakan antibiotik Lanpirome adalah:

  • Radang usus besar
  • Diare
  • Dispnea (sulit untuk bernafas)
  • Munculnya ruam pada kulit
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah


Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Pasien yang memiliki riwayat penurunan fungsi hati, lambung, dan ginjal
  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap cefpirome atau antibiotik golongan sefalosporin.

Interaksi Obat
Cefpirome dapat menurunkan efek vaksin hidup bcg, vaksin kolera, vaksin tifus.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Lanpirome ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait