Sukses

Pengertian Lamiros

Lamiros adalah obat yang diproduksi oleh PT. Pharos Indonesia. Obat ini mengandung Lamotrigine yang berfungsi untuk terapi adjuvan (membantu khasiat obat lain) atau monoterapi dalam pengobatan epilepsi, kejang parsial dan umum misalnya, kejang tonik-klonik terkait dengan sindrom Lennox-Gastaut (salah satu sindrom epilepsi). Mekanisme kerja obat ini adalah bekerja dengan menstabilkan membran neuron presinaptik dengan menghalangi saluran Na sensitif tegangan, kemudian menghambat pelepasan neurotransmiter asam amino rangsang (misalnya glutamat, aspartat) yang terlibat dalam pembentukan dan penyebaran kejang epilepsi.

Keterangan Lamiros

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antikonvulsan
  • Kandungan: Lamotrigin 50 mg; Lamotrigin 100 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 3 Strip @ 10 tablet
  • Farmasi: PT. Pharos Indonesia
  • Harga Lamiros 50 mg: Rp. 45.000 - Rp. 65.000/ Strip
  • Harga Lamiros 100 mg: Rp. 70.000 - 115.000/ Strip

Kegunaan Lamiros

Lamiros digunakan sebagai terapi adjuvan (membantu khasiat obat lain) atau monoterapi dalam pengobatan epilepsi, kejang parsial & umum misalnya, kejang tonik-klonik terkait dengan sindrom Lennox-Gastaut (salah satu sindrom epilepsi).

Dosis & Cara Penggunaan Lamiros

Lamiros merupakan golongan obat keras. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembelian serta penggunaannya.

  • Epilepsi
    • Dewasa > 12 tahun Monoterapi: Dosis awal: 25 mg 1 x/hari selama 2 minggu dilanjutkan dengan 50 mg 1 x/hari selama 2 minggu, dapat ditingkatkan sebesar maksimal 50-100 mg tiap 1-2 minggu.
    • Dosis pemeliharaan: 100-200 mg 1 x/hari atau dalam 2 dosis terbagi.
    • Terapi Add-on dengan valproat: Dosis awal: 12.5 mg, diberikan 25 mg tiap 2 hari sekali selama 2 minggu, dapat ditingkatkan sebesar maksimal 25-50 mg tiap 1-2 minggu. Dosis pemeliharaan: 100-200 mg 1 x/hari atau 2 dosis terbagi.
  • Pasien yg menggunakan obat antiepilepsi lain (kecuali valproat) secara bersamaan
    • Dosis awal: 50 mg 1 x/hari selama 2 minggu, lalu 100 mg/hari diberikan dalam 2 dosis terbagi selama 2 minggu, dapat ditingkatkan sebesar maksimal 100 mg tiap 1-2 minggu.
    • Dosis pemeliharaan: 200-400 mg/hari dalam 2 dosis terbagi.
  • Pasien yg sedang menggunakan okskarbazepin tanpa obat golongan penginduksi atau inhibitor lain
    • Dosis awal: 25 mg 1 x/hari selama 2 minggu, dilanjutkan dengan 50 mg/hari selama 2 minggu; dapat ditingkatkan sebesar maksimal 50-100 mg tiap 1-2 minggu.
    • Dosis pemeliharaan: 100-200 mg 1 x/hari atau dalam 2 dosis terbagi.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 15-30 derajat Celcius, serta terhindar dari cahaya dan kelembaban.

Efek Samping Lamiros

Efek samping penggunaan Lamiros yang mungkin terjadi adalah:

  • Ruam kulit
  • Demam
  • Limfadenopati (penyakit kelenjar getah bening)
  • Neutropenia (jumlah neutropil darah menurun)
  • Leukopenia (jumlah leukosit darah menurun)
  • Anemia
  • Trombositopenia (jumlah trombosit darah menurun)
  • Pansitopenia
  • Agranulositosis (leukosit yang tidak memiliki granul)
  • Iritabilitas (mudah marah)
  • Kedutan
  • Halunsinasi
  • Sakit kepala
  • Mengantuk
  • Insomnia
  • Pusing
  • Tremor
  • Diplopia (gangguan penglihatan menjadi dua)
  • Penglihatan kabur

Overdosis

  • Gejala: Mengantuk, mual, muntah, kejang, nistagmus, hipertonisitas, koma, depresi pernapasan.
  • Penatalaksanaan: Perawatan suportif. Lakukan lavage lambung segera setelah menelan. Berikan arang aktif. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.


Kontraindikasi
Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap Lamotrigin.

Interaksi Obat

  • Obat antiepilepsi (misalnya fenitoin, karbamazepin, fenobarbiton, dan primidon) meningkatkan metabolisme Lamotrigine.
  • Valproat menurunkan metabolisme Lamotrigine.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Lamiros ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait