Sukses

Pengertian Lamda

Lamda adalah sediaan obat tablet yang diproduksi oleh PT. Pharos Indonesia. Obat ini mengandung Amiodaron HCl yang berfungsi untuk  mengobati gangguan irama jantung (aritmia supraventrikular) yang tak berdenyut atau ritme ventrikel yang cepat, irama jantung berdetak lebih cepat (fibrilasi ventrikel yang tak berdenyut atau takikardia ventrikel). Lamda bekerja dengan menghambat signal elektrik yang menyebabkan ketidaknormalan denyut jantung, sehingga irama jantung dapat teratur kembali.

Keterangan Lamda

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Obat Jantung
  • Kandungan: Amiodarone HCl 200 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 3 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Pharos Indonesia
  • Harga: Rp. 65.000 - Rp. 73.000/ Strip

Kegunaan Lamda

Lamda digunakan untuk mengobati aritmia supraventrikular, fibrilasi ventrikel yang tak berdenyut atau takikardia ventrikel).

Dosis & Cara Penggunaan Lamda

Lamda merupakan golongan obat keras. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembelian serta penggunaannya.

  1. Dewasa
    • Dosis awal: 1 tablet diminum 3 kali sehari selama 1 minggu, kemudian kurangi dosis menjadi 1 tablet diminum 2 kali sehari untuk minggu berikutnya.
    • Dosis pemeliharaan: diberikan dosis ≤ 1 tablet setiap hari berdasarkan respon pasien.
  2. Lansia
    • Lansia: Gunakan dosis efektif minimum.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius, serta terhindar dari cahaya dan kelembaban.

Efek Samping Lamda

Efek Samping yang mungkin terjadi adalah:

  • Bradikardia (denyut jantung lambat)
  • Hipotensi (tekanan darah rendah)
  • Neuropati perifer (gangguan pada saraf perifer)
  • Gugup
  • Parestesia (kesemutan)
  • Gemetar
  • Sulit tidur
  • Sakit kepala
  • Ataksia (masalah koordinasi fisik)
  • Mual, muntah
  • Miopati (gangguan otot)

Overdosis

  • Gejala: Bradikardia sinus (denyut jantung yang kurang dari normal), penyumbatan jantung, serangan takikardia ventrikel, kegagalan peredaran darah, cedera hati.
  • Penatalaksanaan: Pengobatan simtomatik dan suportif. Lakukan lavage lambung untuk mengurangi penyerapan. Berikan agonis β-adrenergik atau glukagon jika terjadi bradikardia. Pantau status jantung. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap amiodarone HCl.
  • Pasien yang memiliki riwayat penyakit disfungsi tiroid, sensitivitas yodium, gagal napas berat, kolaps sirkulasi, hipotensi (tekanan darah rendah) berat, syok kardiogenik, sinus bradikardia.

Interaksi Obat

  • Meningkatkan konsentrasi dengan menghambat enzim CYP3A4 (misal. Inhibitor HIV-protease, simetidin).
  • Berkurangnya konsentrasi dengan pemicu CYP3A4 (misal. Rifampisin, fenitoin).
  • Dapat menginduksi bradikardia dengan β-blocker, Ca channel blocker, dan obat antiaritmia lainnya. -Dapat meningkatkan risiko aritmia dengan obat yang menyebabkan hipomagnesemia (kadar magnesium dalam tubuh rendah) dan hipokalemia (kadar kalim dalam darah rendah) (misal. Diuretik, kortikosteroid sistemik).
  • Dapat meningkatkan konsentrasi siklosporin, clonazepam, digoxin, flecainide, fenitoin, procainamide, quinidine, simvastatin, dan warfarin. Dapat mempengaruhi obat yang merupakan
    substrat P-glikoprotein.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Lamda ke dalam Kategori D:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Perhatian Menyusui
Lamda terserap kedalam ASI, harus dipertimbangkan terhadap potensi manfaat penekanan aritmia pada ibu. Ibu disarankan untuk menghentikan menyusui. Tetap konsultasikan pada dokter sebelum mengkonsumsi obat ini.

Artikel
    Penyakit Terkait