Sukses

Pengertian Kloderma

Kloderma merupakan sediaan obat yang mengandung Klobetasol Propionat. Klobetasol adalah glukokortikoid topikal yang sangat kuat dengan memberikan efek antiinflamasi (anti peradangan), antipruritik (mengurangi rasa gatal). Klobetasol bekerja dengan cara menghambat fosfolipase A2 (lipokortin), kemudian menghambat pelepasan asam arakidonat, sehingga menekan pembentukan dan aktivitas inflamasi endogen (histamin, leukotrien, prostaglandin). Selain itu, Klobetasol atau Kloderma digunakan untuk membantu mengobati psoriasis (penyakit autoimun yang menimbulkan peradangan kulit kronis), eksim (peradangan atau bengkak, kemerahan, dan rasa gatal pada kulit). Kloderma tersedia 4 bentuk sediaan yang berbeda yaitu gel, krim, lotion dan salep, sediaan obat ini diproduksi Surya Dermato Medica Lab.

Keterangan Kloderma

  1. Kloderma Gel:
    • Golongan: Obat keras
    • Kelas Terapi: Kortikosteroid Topical.
    • Kandungan: Klobetasol Propionat 0.05%.
    • Bentuk: Gel.
    • Satuan Penjualan: Tube.
    • Kemasan: Tube 5 Gram; Tube 10 Gram.
    • Farmasi: Surya Dermato Medica Lab PT.
  2. Kloderma Krim:
    • Golongan: Obat keras
    • Kelas Terapi: Kortikosteroid Topical.
    • Kandungan: Klobetasol Propionat 0.05%.
    • Bentuk: Krim.
    • Satuan Penjualan: Tube.
    • Kemasan: Tube 5 Gram; Tube10 Gram.
    • Farmasi: Surya Dermato Medica Lab PT.
  3. Kloderma Salep:
    • Golongan: Obat keras
    • Kelas Terapi: Kortikosteroid Topical.
    • Kandungan: Klobetasol Propionat 0.05%.
    • Bentuk: Krim.
    • Satuan Penjualan: Tube.
    • Kemasan: Tube 5 Gram; Tube 10 Gram.
    • Farmasi: Surya Dermato Medica Lab PT
  4. Kloderma Lotion
    • Golongan: Obat keras
    • Kelas Terapi: Kortikosteroid Topical.
    • Kandungan: Klobetasol Propionat 0.05%.
    • Bentuk: Lotion
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Botol 30 mL.
    • Farmasi: Surya Dermato Medica Lab PT

Kegunaan Kloderma

Kloderma digunakan untuk membantu mengobati peradangan pada kulit.

Dosis & Cara Penggunaan Kloderma

Obat ini termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

Oleskan tipis ke daerah yang terkena sekali sehari atau 2 kali sehari, dikurangi jika perlu. Durasi terapi maksimal: 4 minggu. 

Efek Samping Kloderma

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Kloderma, yaitu:
Dermatologis: Sensasi terbakar dan menyengat, kesemutan, iritasi, gatal, kering, hipopigmentasi (kekurangan warna kulit), alopecia (kebotakan).

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Klodermapada pasien yang memiliki indikasi:
1. Lesi kulit akibat bakteri, jamur atau virus, rosacea, dermatitis perioral, jerawat, dan psoriasis plak.
2. Anak-anak <1 tahun (salep / krim / lotion / gel).

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Kloderma:
1. Peningkatan pajanan sistemik dengan penghambat enzim CYP3A4 (Itraconazole, ritonavir).
2. Dapat mengurangi efek antineoplastik aldesleukin.
3. Dapat mempotensiasi efek hiperglikemik dari ceritinib.
4. Dapat mengurangi efek terapi corticorelin dan hyaluronidase.
5. Dapat meningkatkan efek merugikan / toksik dari deferasinox.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Kloderma ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait