Sukses

Pengertian Ketorolac

Ketorolac adalah salah satu obat yang masuk ke dalam kelompok obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS). Umumnya OAINS digunakan untuk meredakan nyeri serta peradangan.

Cara kerja Ketorolac yakni dengan menghambat produksi prostaglandin, suatu zat yang memicu rasa nyeri, peradangan, dan demam.

Artikel Lainnya: 7 Makanan Antiinflamasi untuk Atasi Nyeri

Keterangan Ketorolac

Berikut adalah keterangan Ketorolac, mulai dari golongan obat hingga harga:

  1. Ketorolac Tablet 

  • Golongan: Obat Keras. 
  • Kelas Terapi: Obat Antiinflamasi Nonsteroid (OAINS). 
  • Kandungan: Ketorolac Tromethamine 10 mg. 
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet Salut Selaput.
  • Farmasi: Etercon Pharma, Guardian Pharmatama, Bernofarm, Futamed Pharmaceutical, Natura Laboratoria Prima.
  • Harga: Rp 35.000 - Rp60.000/ Strip.
  1. Ketorolac Injeksi 

  • Golongan: Obat Keras. 
  • Kelas Terapi: Obat Antiinflamasi Nonsteroid (OAINS). 
  • Kandungan: Ketorolac Tromethamine 30 mg/mL.
  • Bentuk: Injeksi.
  • Satuan Penjualan: Ampul. 
  • Kemasan: Ampul @ 1 mL. 
  • Farmasi: Hexpharm, Bernofarm, Natura Laboratoria Prima, Mersifarma Trimaku Mercusana, Ethica, Interbat, Meprofarm, Mahakam Beta Farma, Otto Pharmaceutical, Indofarma, Dexa Medica, Novell Pharmaceutical Lab, Bernofarm, Guardian Pharmatama, Phapros, Darya Varia Laboratoria.
  • Harga: Rp6.000 - Rp25.000/ Ampul.

Kegunaan Ketorolac

Ketorolac digunakan untuk mengobati nyeri akut sedang sampai berat setelah prosedur bedah.

Artikel Lainnya: Tips Pemulihan Setelah Operasi Gigi Bungsu

Dosis & Cara Penggunaan Ketorolac

Ketorolac merupakan obat keras yang memerlukan resep dokter. Selain itu, penggunaan Ketorolac injeksi harus dibantu oleh tenaga medis.

  1. Nyeri pascaoperasi (Tablet)

  • Dewasa: 20 mg sebagai dosis awal, dilanjutkan dengan 10 mg tiap 4-6 jam. Dosis maksimal per hari 40 mg, dengan jangka waktu maksimal lima hari.
  • Lansia: 10 mg sebagai dosis awal, dilanjutkan dengan 10 mg tiap 4-6 jam. Dosis maksimal per hari 40 mg.
  1. Nyeri pascaoperasi (Injeksi)

  • Dewasa: Sedang sampai parah: 10 mg sebagai dosis awal, dilanjutkan dengan 10-30 mg tiap 4-6 jam sesuai kebutuhan. Dosis maksimal per hari 90 mg. Durasi maksimal dua hari.
  • Lansia: Dosis maksimal per hari 60 mg.

Cara Penyimpanan Ketorolac

Simpan pada suhu 20-25 derajat Celsius.

Efek Samping Ketorolac

Efek samping yang dapat muncul pada penggunaan Ketorolac adalah:

  • Mengantuk.
  • Pusing.
  • Sakit kepala.
  • Berkeringat.
  • Mulut kering.
  • Haus.
  • Demam.
  • Nyeri dada.
  • Perubahan mental dan sensorik.
  • Kejang.

Overdosis

Gejala overdosis Ketorolac dapat berupa:

  • Mual.
  • Muntah.
  • Sakit kepala.
  • Lesu.
  • Kantuk.
  • Nyeri epigastrium.
  • Perdarahan gastrointestinal.
  • Reaksi anafilaktoid.

Artikel Lainnya: Daftar Olahraga untuk Mengatasi Nyeri Haid

Kontraindikasi

Hindari penggunaan Ketorolac jika memiliki kondisi medis berikut:

  • Infeksi mata.
  • Rheumatoid artritis.
  • Asma.
  • Penyakit jantung.
  • Hipertensi.
  • Gangguan ginjal.
  • Stroke.
  • Diabetes.
  • Kaki atau tangan bengkak.

Interaksi Obat

Berikut adalah beberapa interaksi Ketorolac bersama dengan obat lain:

  • Dapat meningkatkan risiko fatal apabila digunakan bersamaan dengan OAINS lainnya. 
  • Dapat meningkatkan kadar toksisitas obat methotrexate.
  • Selective serotonin reuptake inhibitor (SSRIs) dan kortikosteroid berpotensi menaikkan risiko perdarahan atau tukak lambung apabila digunakan bersamaan dengan Ketorolac.
  • Dapat meningkatkan risiko masalah pada ginjal apabila Ketorolac digunakan bersamaan dengan ACE inhibitor, tacrolimus, diuretik, ciclosporin.
  • Obat-obatan psikoaktif, misal alprazolam, dapat menyebabkan halusinasi apabila digunakan bersamaan dengan Ketorolac.

Kategori Kehamilan

  • Kategori C (trimester I dan II): Studi pada binatang telah menunjukkan efek samping pada janin. Namun, studi yang memadai pada manusia tidak ada. Obat boleh digunakan hanya apabila manfaatnya lebih besar daripada potensi risiko. 
  • Kategori D (trimester III): Terdapat bukti positif mengenai risiko pada janin manusia. Namun, penggunaan obat mungkin membawa manfaat yang lebih besar ketimbang potensi risikonya.

Peringatan Menyusui

Obat diekskresikan ke dalam ASI dalam berbagai dosis. Karena itu, sebaiknya tidak digunakan oleh wanita menyusui.

 

Artikel
    Penyakit Terkait