Sukses

Pengertian Kemtov 480

Kemtov adalah antibiotik yang diproduksi oleh Triman. Kemtov memiliki komposisi Cotrimoxazole yang merupakan antibiotik kombinasi Trimethoprim dan Sulfamethoxazole. Kombinasi kedua antibiotik ini akan bekerja menghambat enzim yang memetabolisme asam folat pada bakteri yang peka, sehingga dalam bentuk kombinasi, antibiotik ini akan bersifat bakterisida (membunuh bakteri). Kemtov digunakan untuk membantu terapi pengobatan infeksi saluran nafas, Infeksi saluran pencernaan, saluran kemih kelamin, kulit dan septikemia (keracunan darh oleh bakteri patogenik atau zat-zat yang dihasilkan oleh bakteri tersebut).

Keterangan Kemtov 480

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik
  • Kandungan: Trimetroprim 80 mg, Sulfametoksazol 400 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 10 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Triman.

Kegunaan Kemtov 480

Kemtov digunakan untuk membantu terapi pengobatan infeksi saluran nafas, Infeksi saluran pencernaan, saluran kemih kelamin, kulit dan septikemia.

Dosis & Cara Penggunaan Kemtov 480

Kemtov merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Kemtov juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu.

Aturan penggunaan Kemtov:

1. Anak Usia 6 bulan-5 tahun: 1/4 tablet
2. Anak Usia 6-12 tahun: 1/2 tablet
3. Anak Usia > 12 tahun dan Dewasa: 2 tablet. Maksimal: 3 tablet.

Cara Penyimpanan:
Simpan pada suhu 15-30°C. Lindungi dari cahaya dan kelembapan.

Efek Samping Kemtov 480

Efek samping yang mungkin terjadi apabila mengonsumsi Kemtov adalah mual, muntah, demam, diare, ruam, gatal, nyeri sendi.

Kontraindikasi:

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap sanprima
  • Pasien yang memiliki riwayat penurunan fungsi hati dan ginjal.

Interaksi obat:

  • Dapat meningkatkan kadar dapsone.
  • Dapat memperpendek waktu paruh obat, jika digunakan dengan rifampicin.
  • Dapat meningkatkan kadar obat phenytoin, digoxin, repaglinide, zidovudine, dan lamivudine.
  • Dapat meningkatkan risiko gangguan fungsi ginjal, jika digunakan dengan ciclosporin.
  • Dapat menyebabkan hiponatremia, jika digunakan dengan diuretik.
  • Dapat menyebabkan anemia, jika digunakan dengan penghambat folat lain, seperti pyrimethamine atau methotrexate.
  • Dapat meningkatkan risiko hiperkalemia, jika digunakan dengan penghambat angiotensin-converting enzyme (ACE inhibitors), seperti captopril.

Kategori kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Kemtov ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Overdosis:

  • Gejala overdosis Kemtov antara lain pusing, mual, muntah, ruam, sakit kepala, ataksia, mengantuk, disuria, pembengkakan wajah, kelemahan dan kebingungan, depresi sumsum tulang, sedikit peningkatan serum aminotransferases.
  • Jika terjadi overdosis, segera lakukan pengobatan suportif dan simtomatik (dibantu oleh tenaga medis). Kosongkan perut segera dengan induksi emesis (muntah) atau dengan bilas lambung. Amati pasien setidaknya selama 4 jam dan pantau kadar urea dan elektrolit dalam tubuh dengan FBC (Full Blood Count). Berikan cairan untuk mempertahankan output urin yang baik. Dapat diberikan Ca leucovirin dengan dosis 5-10 mg / hari untuk menangkal efek samping trimethoprim pada sumsum tulang atau Ca folinate dengan dosis 3-6 mg selama 5-7 hari oral atau dengan injeksi intramuskular.
Artikel
    Penyakit Terkait