Sukses

Pengertian Kanamycin

Kanamycin merupakan sediaan obat yang mengandung zat aktif kanamycin monosulfate yang dapat mengobati infeksi yang disebakan oleh bakteri. Kanamycin bekerja dengan cara mengganggu sintesis protein dalam sel bakteri dengan mengikat subunit ribosom. Kanamycin termasuk antibiotik untuk infeksi bakteri gram negative. Kanamycin digunakan untuk membantu mengobati infeksi pada saluran pencernaan, infeksi jamur, infeksi saluran kemih dan infeksi pada usus.

Keterangan Kanamycin

  1. Kanamycin Kapsul
    • Golongan: Obat keras
    • Kelas Terapi: Aminoglikosida.
    • Kandungan: Kanamycin monosulfate.
    • Bentuk: Kapsul
    • Satuan Penjualan: Strip.
    • Kemasan: Strip @10 Kapsul.
    • Farmasi: Meiji Indonesia, Harsen.
  2. Kanamycin Injeksi
    • Golongan: Obat keras
    • Kelas Terapi: Aminoglikosida.
    • Kandungan: Kanamycin monosulfate 1 Gram.
    • Bentuk: Serbuk Injeksi.
    • Satuan Penjualan: Vial.
    • Kemasan: Vial.
    • Farmasi: Meiji Indonesia.

Kegunaan Kanamycin

Kanamycin digunakan sebagai antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri yang rentan terhadap kanamycin

Dosis & Cara Penggunaan Kanamycin

Kanamycin merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan kanamycin juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita. Penggunaan kanamycin injeksi harus dibantu oleh tenaga ahli medis. 

Dewasa: 15 mg / kg berat badan dalam 2-4 dosis terbagi dengan injeksi Intramuskular atau infus Intravena dengan dosis 0.25-0.5% selama 30-60 menit.
Anak: 15-30 mg / kg berat badan setiap hari dalam 3 dosis terbagi.

Efek Samping Kanamycin

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Kanamycin , yaitu:
1. Ruam kulit.
2. Demam.
3. Sakit kepala.
4. Mual, muntah, diare.
5. Iritasi atau nyeri pada daerah injeksi.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Kanamycin pada pasien yang memiliki indikasi:
Hipersensitif atau alergi terhadap kanamisin dan aminoglikosida lainnya.

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Kanamycin :
1. Efek nefrotoksik dan neurotoksik tambahan dengan polimiksin B, bacitracin, colistin, amfoterisin B, cisplatin, vankomisin, dan aminoglikosida lainnya (Paromomisin).
2. Peningkatan toksisitas dengan diuretik poten (Asam etakrilat, furosemide, Na meralluride, Na mercaptomerin, atau mannitol). Peningkatan risiko nefrotoksisitas bersama sefalosporin.
3. Dapat mempotensiasi efek suksinilkolin dan relaksan otot non-depolarisasi (Rocuronium).
4. Anti Inflamasi Non Steroid dapat meningkatkan konsentrasi kanamisin.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Kanamycin ke dalam Kategori D:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Artikel
    Penyakit Terkait