Sukses

Pengertian Kalnex

Kalnex meripakan obat yang mengandung asam traneksamat yang digunakan untuk membantu mengurangi dan menghentikan perdarahan, seperti epistaksis (satu keadaan pendarahan dari hidung yang keluar melalui lubang hidung akibat sebab kelainan lokal pada rongga hidung ataupun karena kelainan yang terjadi di tempat lain dari tubuh), pendarahan abnormal sesudah operasi, pendarahan sesudah operasi gigi pada penderita hemofilia (penyakit gangguan perdarahan karena kekurangan faktor pembekuan darah), dan Menorrhagia (haid yang berlebihan).

Keterangan Kalnex

  1. Kalnex Kapsul
    • Golongan: Obat keras
    • Kelas Terapi: Hemostatik
    • Kandungan: Asam traneksamat 250 mg
    • Bentuk: Kapsul
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Strip @ 10 Kapsul
    • Farmasi: Kalbe Farma
  2. Kalnex Tablet
    • Golongan: Obat keras
    • Kelas Terapi: Hemostatik
    • Kandungan: 
    • Bentuk: Tablet
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
    • Farmasi: Kalbe Farma
  3. Kalnex Cairan Injeksi
    • Golongan: Obat keras
    • Kelas Terapi: Hemostatik
    • Kandungan:
      • Asam Traneksamat 50 mg/ ml
      • Asam Traneksamat 100 mg/ml
    • Bentuk: Cairan Injeksi
    • Satuan Penjualan: Ampul
    • Kemasan: Ampul @ 5 ml
    • Farmasi: Kalbe Farma

Kegunaan Kalnex

Kalnex digunakan untuk menghentikan perdarahan, seperti: epitaksis (mimisan), perdarahan abnormal pasca operasi, dan menorrhagia (pendarahan berlebihan pada saat menstruasi).

Dosis & Cara Penggunaan Kalnex

Kalnex merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan kalnex juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Kalnex Kapsul 250 mg
    Dewasa: 3-4 kali sehari 1-2 kapsul.
  • Kalnex Tablet 500 mg
    Dewasa: 1 tablet, di berikan 3-4 kali sehari.
  • Kalnex Injeksi
    250-500 mg melalui injeksi intravena (pembuluh darah)/ injeksi intramuskular (melalui otot) setiap hari dalam 1-2 dosis terbagi.
    • Selama atau pasca operasi
      500-2.500 mg dengan infus intravena (pembuluh darah) jika perlu.
    • Injeksi 100 mg 2,5-5 mL melalui injeksi intravena (pembuluh darah)/injeksi intramuskular (melalui otot) setiap hari dalam 1-2 dosis terbagi.
    • Selama atau pasca operasi 5-25 mL dengan infus intravena (pembuluh darah), jika perlu.

Efek Samping Kalnex

  • Gangguan saluran pencernaan
  • Mual, muntah
  • Pusing
  • Anoreksia (gangguan makan)
  • Sakit kepala
  • Hipotensi (tekanan darah rendah)

Kontraindikasi
-Tidak boleh diberikan pada pasien yang hipersensitif terhadap asam traneksamat.
-Tidak boleh diberikan pada pasien yang memiliki riwayat penyakit tromboemboli vena atau arteri, gangguan ginjal dan pasien yang sedang mengkonsumsi obat hormon

Interaksi Obat:
- Sebaiknya tidak ditambahkan transfusi darah atau suntikan yang mengandung penisilin.
- Tidak boleh di berikan bersamaan dengan haemocoagulase; batroxobin. Agen faktor koagulasi

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Kalnex ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait