Sukses

Pengertian Kalmethasone

Kalmethasone adalah obat yang mengandung deksametason sebagai zat aktifnya. Kalmethasone digunakan untuk membantu mengatasi alergi, inflamasi atau peradangan, edema makula, mual dan muntah akibat kemoterapi, serta hiperplasia adrenal kongenital.

Keterangan Kalmethasone

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antiinflamasi kortikosteroid.
  • Kandungan: Dexametasone 0,5 mg.
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Box, 20 Strip @ 10 Tablet.
  • Farmasi: Kalbe Farma.
  • Harga: Rp. 1.500 - Rp. 13.810 / Strip.

Kegunaan Kalmethasone

Kalmethasone digunakan untuk mengatasi alergi, peradangan (seperti asma, radang sendi, dan penyakit kulit), serta hiperplasia adrenal kongenital.

Artikel lainnya: Obat Alergi Dingin sama dengan Obat untuk Mengatasi Alergi Lain?

Dosis & Cara Penggunaan Kalmethasone

Kalmethasone merupakan obat keras. Dengan demikian, obat ini harus dibeli menggunakan resep dokter. Selain itu, dosisnya juga harus dibicarakan kepada dokter terlebih dahulu, karena berbeda-beda pada setiap orang tergantung kondisi kesehatan.

  • Dosis awal: diberikan dosis 0,5-9 mg/ hari, tergantung berat ringannya penyakit.
  • Pada penyakit ringan: diberikan dosis <0,75 mg.
  • Pada penyakit berat: diberikan dosis > 9 mg.

Cara Penyimpanan

Simpan kalmethasone pada suhu di bawah 30 derajat Celsius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Kalmethasone

Penggunaan kalmethasone harus sesuai anjuran dokter dan memberitahukan kondisi kesehatan terkini Anda kepada dokter. Hal ini penting guna meminimalkan efek samping dan risiko akibat konsumsi obat ini.

Efek samping yang mungkin terjadi adalah:

  • Mengakibatkan katabolik steroid seperti kehabisan protein, osteoporosis, dan penghambatan pertumbuhan anak.
  • Menambah nafsu makan.
  • Maag.
  • Vertigo.
  • Hipokalemia.
  • Hipertensi.
  • Haid tidak teratur.
  • Ketidaknyamanan pada mata.
  • Peningkatan tekanan intra-okular pada mata.
  • Osteoporosis.
  • Luka sulit sembuh.
  • Kulit rapuh.

Artikel lainnya: Inilah Kerusakan Mata Akibat Diabetes Mellitus

Kontraindikasi

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitivitas terhadap dexamethasone.
  • Pasien yang memiliki riwayat osteoporosis, diabetes melitus, hipertensi, infeksi akut/kronis, penurunan fungsi ginjal.
  • Ibu hamil dan menyusui.

Interaksi Obat

  • Meningkatkan risiko hipokalemia bila digunakan berbarengan dengan obat penipis kalium, seperti amfoterisin B dan loop diuretic.
  • Menurunkan efikasi dari isoniazid, salicylates, vaccines, and toxoid ketika digunakan berbarengan.
  • Meningkatkan aktivitas dexamethasone jika dikonsumsi bersama cyclosporin.
  • Meningkatkan efek samping pada sistem pencernaan jika diminum berbarengan aspirin dan etanol.

Overdosis

  • Gejala: Reaksi alergi berat dan hipersensitivitas.
  • Penanganan: Dapat diberikan obat epinephrine (adrenalin), aminofilin, serta melakukan tindakan bantuan napas. Untuk menangani pasien yang overdosis, hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Studi pada hewan telah menunjukkan bahaya pada janin. Namun, tidak ada studi terkontrol pada wanita. Obat hanya diberikan jika keuntungan yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko.

Peringatan Menyusui

Kalmethasone dapat terserap ke dalam ASI serta bisa menimbulkan efek yang tidak diinginkan. Bicarakan terlebih dahulu kepada dokter sebelum mengonsumsi obat ini.

Artikel
    Penyakit Terkait