Sukses

Pengertian Kalitake

Kalitake merupakan obat yang mengandung Ca polystyrene sulfonate. Kalitake digunakan untuk mengobati hiperkalemia (kelebihan ion kalium di dalam tubuh) karena gagal ginjal akut dan kronik.

Keterangan Kalitake

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antidotum dan Agen detoksifikasi
  • Kandungan: Ca polystyrene sulfonate 5 gram
  • Bentuk: Granul
  • Satuan Penjualan: Sachet ; Box
  • Kemasan: Box, 20 Sachet @ 5 gram
  • Farmasi: Dipa Pharmalab Intersains
  • Harga: Rp 300.000 - Rp 320.000 / Box.

Kegunaan Kalitake

Kalitake digunakan untuk mengobati hiperkalemia pada pasien gagal ginjal akut dan kronik.

Dosis & Cara Penggunaan Kalitake

Kalitake merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian dan penggunaannya harus menggunakan resep Dokter. Aturan penggunaan Kalitake secara umum adalah:

  • Dewasa: 3 - 6 bungkus per hari. 1 bungkus dilarutkan dalam 30-50 ml air,
  • Anak-anak: 1,5 - 3 bungkus perhari. 1/2 bungkus dilarutkan dalam 15-25 ml air.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 15-25 derajat Celcius.

Efek Samping Kalitake

Efek samping yang mungkin terjadi adalah:

  • Penyumbatan di dalam usus
  • Sembelit
  • Mual, muntah
  • Anoreksia (penurunan berat badan drastis)
  • Nyeri perut
  • Hipokalemia (kekurangan ion kalium di dalam tubuh).

Kontraindikasi

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitifitas terhadap ca polystyrene sulfonate.
  • Pasien yang memiliki riwayat penyumbatan usus.

Interaksi Obat

  • Pemberian kalitake bersamaan dengan obat lain yang mengandung kation dapat mengurangi efektifitas peningkatan resin kalsium terhadap pottasium.
  • Pemberian kalitake bersamaan dengan digoksin dapat meningkatkan efek toksin terhadap jantung, aritmia ventrikel dan depresi nodus AV, akibat hipokalemia (kadar kalium lebih banyak dari batas normal didalam tubuh) atau hiperkalsemia (Kadar kalsium dalam tubuh lebih banyak dari batas normal)

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Kalitake ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait