Sukses

Pengertian Jardiance

Jardiance merupakan obat yang diproduksi oleh PT. Boehringer Ingelheim. Jardiance mengandung empagliflozin yang dapat digunakan sebagai terapi tunggal atau di kombinasikan dengan metformin, sulfonilurea, dan pioglitazone untuk mengobati diabetes melitus tipe 2. Jardiance bekerja dengan cara menghambat transport natrium glukosa, mengurangi penyerapan kembali (reabsorpsi) glukosa yang difilter dan menurunkan kadar glukosa pada ginjal, sehingga menghasilkan peningkatan ekskresi glukosa urin dan mengurangi konsentrasi glukosa darah.

Keterangan Jardiance

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antidiabetes
  • Kandungan: Empagliflozin 10 mg; Empagliflozin 25 mg
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 3 Strip @ 10 tablet 
  • Farmasi: PT. Boehringer Ingelheim

Kegunaan Jardiance

Jardiance digunakan untuk menurunkan kadar gula dalam darah pada penderita diabetes melitus tipe 2.

Dosis & Cara Penggunaan Jardiance

Jardiance termasuk dalam golongan obat keras, penggunaannya harus berdasarkan resep dokter. Dosis awal yang dianjurkan: diberikan dosis 10 mg, diminum 1 kali sehari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius.

Efek Samping Jardiance

Efek samping yang mungkin terjadi adalah hipoglikemia, infeksi saluran kemih, vulvovaginitis (infeksi pada vulva dan vagina), balanitis (iritasi kulit dan kepala penis), dan infeksi genital lainnya; peningkatan buang air kecil, volume penipisan peningkatan kreatinin darah.

Kontraindikasi

  • Tidak boleh diberikan pada pasien yang hipersensitif.
  • Pasien dengan gangguan ginjal, penyakit ginjal stadium akhir, dan pasien dengan dialisis.

Interaksi Obat

  • Peningkatan risiko dehidrasi dan hipotensi jika di berikan bersamaan dengan tiazid dan loop diuretik
  • Peningkatan risiko hipoglikemia dengan sekretagog insulin misalnya, sulfonilureanylureas.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Jardiance ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait