Sukses

Pengertian Isoflurane

Isoflurane adalah sediaan generik berupa anestetik inhalasi yang digunakan untuk anestesi umum. Anestetik inhalasi bisa berupa gas atau cairan volatil (mudah menguap). Obat ini dapat disalurkan melalui pipa rumah sakit atau tabung metal. Pemberian cairan anestetik volatil menggunakan penguap terkalibrasi, menggunakan udara, oksigen, atau campuran nitrogen oksida-oksigen sebagai gas pembawa.

Keterangan Isoflurane

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Anestesi Umum
  • Kandungan: Isoflurane 100 mL; Isoflurane 250 mL
  • Bentuk: Injeksi
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan: Botol 100 mL; Botol 250 mL
  • Farmasi: Pratapa Nirmala; Mersifarma Trimaku; Yarindo Farmatama.

Merk Dagang yang Beredar di Indonesia
Aerrane, Forane, Isorane, Terrell.

Kegunaan Isoflurane

Isoflurane digunakan sebagai induksi dan pemeliharaan anestesi umum.

Dosis & Cara Penggunaan Isoflurane

Isoflurane termasuk dalam golongan obat keras, penggunaan obat ini harus sesuai dengan anjuran resep dokter dan dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Isoflurane digunakan dengan alat penguap khusus yang dikalibrasi, untuk induksi, ditingkatkan bertahap dari 0,5% hingga 3%, dalam oksigen atau dinitrogen monoksida-oksigen.
Pemeliharaan, 1-2,5 % dalam dinitrogen monoksida-oksigen; tambahan 0,5% hingga 1% mungkin diperlukan bila hanya diberikan dengan oksigen. Pembedahan caesar, 0,5-0,75% dalam dinitrogen monoksida-oksigen.

Cara Penyimpanan
Simpan ada suhu antara 15-30 derajat Celcius. Lindungi dari cahaya.

Efek Samping Isoflurane

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Isoflurane, antara lain:

  • Efek samping signifikan: perpanjangan QT, refleks takikardia, peningkatan enzim hati, depresi, peningkatan tekanan intrakranial, penurunan aliran darah hati, ginjal, laringospasme
  • Kejang, perubahan suasana hati
  • Hipotensi
  • Mual, muntah
  • Menahan nafas, batuk
  • Peningkatan kreatinin kinase
  • Menggigil.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Isoflurane pada pasien yang memiliki indikasi:
Kerentanan genetik terhadap hipertermia maligna.

Interaksi obat
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Isoflurane:

  • Konsentrasi alveolar min (MAC) berkurang dengan nitro oksida.
  • Depresi respirasi augmented dengan obat narkotika.
  • Peningkatan risiko aritmia ventrikel dengan simpatomimetik (misalnya Isoprenalin, epinefrin, adrenalin).
  • Dapat meningkatkan efek relaksan dari penghambat neuromuskuler terutama tipe nondepolarisasi (misalnya Atracurium).

Kategori kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Isoflurane ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Overdosis

  • Pemberian Isoflurane yang melebihi dosis yang dianjurkan akan menimbulkan gejala, seperti tekanan darah rendah, depresi pernapasan.
  • Jika terjadi overdosis, segera lakukan pengobatan suportif dengan pemantauan ketat terhadap tekanan darah dan pernapasan. Buat saluran udara yang jernih dan mulai ventilasi yang terkontrol dengan oksigen murni. Penanganan pasien overdosis harus dibantu oleh tenaga medis profesional.
Artikel
    Penyakit Terkait