Sukses

Pengertian Iohexol

Iohexol adalah kelas obat yang digunakan sebagai media kontras atau pewarna radiografi untuk prosedur diagnostik. Iohexol bekerja dengan cara menambahkan kontras pada bagian tubuh dan cairan dalam suatu tes pada radioterapi.

Keterangan Iohexol

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Diagnosa Radioterapi
  • Kandungan: Iohexol 300 mg I/mL; Iohexol 350 mg I/mL
  • Bentuk: Cairan Injeksi
  • Satuan Penjualan: Vial; Botol
  • Kemasan: Box, 1 Vial @ 100 mL, 50 mL, dan 20 mL; Box, 1 Botol @ 50 mL
  • Farmasi: Pratapa Nirmala, Bernofarm, Novell Pharmaceutical lab

Merk dagang yang beredar di Indonesia
Xolmetras, Omnipaque.

Kegunaan Iohexol

Iohexol digunakan sebagai media kontras radiografi untuk prosedur diagnostik.

Dosis & Cara Penggunaan Iohexol

Iohexol merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Iohexol juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Dewasa: diberikan dosis 6-350 mg iodine/mL. Dosis dan kekuatan yang digunakan tergantung pada prosedur dan rute pemberian.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 20-25 derajat Celcius. Lindungi dari cahaya dan jangan dibekukan.

Efek Samping Iohexol

Efek samping penggunaan Iohexol yang mungkin terjadi adalah:

  • Flushing atau sensasi panas
  • Lachrymation
  • Mual
  • Parestesia (kesemutan)
  • Bradikardia (Denyut jantung lambat)
  • Muntah
  • Berkeringat
  • Sakit kepala dan pusing
  • Urtikaria (biduran)
  • Pruritus (gatal)
  • Pucat
  • Lidah terasa seperti logam
  • Kelemahan
  • Batuk
  • Rhinitis
  • Bersin
  • Gangguan penglihatan
  • Hipotensi (tekanan darah rendah)
  • Takikardia (detak jantung cepat)

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Xolmetras ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait