Sukses

Pengertian Intrizin

Intrizin adalah obat yang mengandung cetirizine HCl yang termasuk golongan obat keras. Intrizin merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi alergi yang terjadi pada kulit seperti bintik kemerahan, terjadinya pembengkakan atau biduran pada kulit, dapat juga digunakan untuk obat alergi pada tenggorokan atau saluran nafas akibat batuk dan pilek. Cetirizine memiliki cara kerja tersendiri yaitu dengan cara mencegah pembentukan senyawa histamin yang menyebabkan rasa gatal alergi tersebut. Intrizin memiliki beberapa varian sediaan seperti sediaan sirup, drop (tetes) dan tablet.

Keterangan Intrizin

  1. Intrizin Sirup 

    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antihistamin.
    • Kandungan: Cetirizine HCL 5 mg/ 5 mL.
    • Bentuk: Sirup.
    • Penjualan: Botol.
    • Kemasan: Box, Botol @ 60 mL.
    • Farmasi: Interbat.
    • Harga: Rp 63.000 - Rp 120.000 / Botol
  2. Intrizin Drop
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antihistamin.
    • Kandungan: Cetirizine HCL 10 mg / mL.
    • Bentuk: Botol Tetes.
    • Penjualan: Botol.
    • Kemasan: Box, Botol @ 15 mL.
    • Farmasi: Interbat.
    • Harga: Rp 87.000 - Rp 150.000 / Botol
  3. Intrizin Tablet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antihistamin.
    • Kandungan: Cetirizine HCL 10 mg.
    • Bentuk: Tablet.
    • Penjualan: Strip.
    • Kemasan: Box, 3 Strip @ 10 Tablet.
    • Farmasi: Interbat.
    • Harga: Rp 68.000 - Rp 120.000 / Strip.

Kegunaan Intrizin

Sediaan obat intrizin dapat digunakan untuk mengatasi alergi yang terjadi pada kulit seperti bintik kemerahan, terjadinya pembengkakan atau biduran pada kulit, dapat juga digunakan untuk obat alergi pada tenggorokan atau saluran nafas akibat batuk dan pilek.

Dosis & Cara Penggunaan Intrizin

Intrizin merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan intrizin juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu. Aturan penggunaan Intrizin secara umum adalah:

  1. Dosis penggunaan Intrizin Sirup 60 mL :
    • Dosis anak 2-6 tahun : 1 kali sehari 5 mL atau 2 kali sehari 2.5 mL.
    • Dosis anak 6-12 tahun : 2 kali sehari 5 mL atau 1 kali sehari 10 mL.
  2. Dosis penggunaan Intrizin Drop 15 mL :
    • Dosis anak 2-6 tahun : 1 kali sehari 0.5 mL atau 2 kali sehari 0.25 mL.
    • Dosis anak 6-12 tahun : 1 kali sehari 1 mL atau 2 kali sehari 0.5 mL.
  3. Dosis penggunaan Intrizin Tablet :
    • Dosis anak > 12 tahun - dewasa : 1 kali sehari 1 tablet
    • Anjuran penggunaan obat ini sebaiknya dikonsumsi tidak sedang berkendara atau sedang menghidupkan mesin.
    • Sebaiknya dikonsumsi pada malam hari menjelang tidur malam.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 20-25 derajat Celcius.

Efek Samping Intrizin

Efek samping yang mungkin terjadi adalah:

  • Sakit kepala
  • Dapat menyebabkan kantuk
  • Gelisah
  • Mulut dapat menjadi kering
  • Gangguan pada sistem pencernaan.
  • Nyeri pada hidung dan tenggorokan.

Overdosis
Penggunaan Cetirizine yang melebihi dosis dapat menimbulkan gejala kebingungan, diare, pusing, kelelahan, sakit kepala, malaise, midriasis (pelebaran pupil), pruritus, gelisah, sedasi, mengantuk, pingsan, takikardia, tremor, retensi urin.

Kontraindikasi

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensiitif terhadap cetirizine
  • Sebaiknya tidak dikonsumsi pada masa menyusui.

Interaksi Obat

  • Sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan obat Hydroxyzine dan Levocetirizin karena dapat terjadi over dosis.
  • Hindari penggunaan obat ini bersamaan dengan alkohol
  • Sebaiknya tidak digunakan bersamaan dengan obat penenang.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Intrizin ke dalam Kategori B
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait