Sukses

Pengertian Intrix

Intrix adalah sediaan obat dalam bentuk injeksi yang memiliki komposisi ceftriaxone sodium. Intrix berfungsi untuk mengatasi penyakit infeksi akibat bakteri seperti infeksi pada saluran nafas, infeksi pada ginjal, infeksi pada saluran kemih, dan infeksi yang terjadi pada tulang dan sendi. Selain dapat digunakan untuk mengobati infeksi, Ceftriaxone Sodium juga dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit Gonorhoe (kencing nanah), infeksi pada luka bekas operasi, dan dapat digunakan untuk mengatasi bakteri seperti pada penyakit flu.

Keterangan Intrix

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antibiotik (Cefalosporin).
  • Kandungan: Ceftriaxone Sodium 1 Gram.
  • Bentuk: Injeksi.
  • Penjualan: Vial.
  • Kemasan: Box, 1 Vial @ 1 Gram.
  • Farmasi: Pharos.
  • Harga: Rp 189.500 - Rp 200.000 / Vial.

Kegunaan Intrix

Intrix dapat digunakan untuk mengatasi penyakit infeksi yang diakibatkan oleh bakteri.

Dosis & Cara Penggunaan Intrix

Intrix merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Intrix juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu. Penggunaan Intrix injeksi harus dibantu oleh tenaga medis. Aturan penggunaan Intrix secara umum:

  • Dewasa & anak >12 tahun: 1-2 g/hari secara Intravena, dalam dosis tunggal atau dalam 2 dosis terbagi.
  • Gonorhe tanpa komplikasi: 250 mg secara Intramuskular, dalam dosis tunggal.
  • Profilaksis pada pembedahan: 1 gram secara Intravena, dalam dosis tunggal, 30-90 menit sebelum pembedahan.
  • Anak <12 tahun, Infeksi kulit dan jaringan lunak serta infeksi serius lain 50-75 mg/kgBB/hari dalam 2 dosis terbagi. Meningitis 100 mg/kgBB/hari dalam 2 dosis terbagi.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 20-25 derajat Celcius.

Efek Samping Intrix

Efek samping yang mungkin terjadi adalah:

  • Gangguan pada saluran pencernaan
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Dapat terjadi anemia (tekanan darah rendah)
  • Dapat terjadi ruam pada kulit
  • Demam hingga menggigil
  • Diare.

Overdosis
Penggunaan Ceftriaxone yang melebihi dosis dapat menyebabkan gejala diare, mual dan muntah.

Kontraindikasi
Sebaiknya tidak digunakan pada pasien yang memiliki riwayat alergi/ hipersensitif pada golongan antibiotik Cefalosporin.

Interaksi Obat

  • Tidak digunakan bersamaan dengan obat golongan nefrotoksik karena dapat meningkatkan toksisitas pada ginjal
  • Tidak digunakan bersamaan dengan obat dengan komposisi Getamycin dan obat untuk penyakit diuretik (obat untuk melancarkan urine)
  • Tidak digunakan bersamaan dengan obat yang mengandung komposisi Warfarin.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Intrix ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait