Sukses

Pengertian Interdoxin

Interdoxin merupakan obat yang mengandung Doxycycline sebagai zat aktifnya. Interdoxin digunakan untuk membantu mengobati berbagai macam infeksi bakteri seperti infeksi infeksi paru-paru, saluran kemih, mulut, kulit (misalnya jerawat dan bisul), mata serta penyakit seksual menular. Interdoxin hanya untuk infeksi bakteri, maka tidak akan bekerja untuk infeksi virus (seperti pilek dan flu). Penggunaan yang tidak perlu atau penyalahgunaan interdoxin dapat menyebabkan efektivitasnya menurun.

Keterangan Interdoxin

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik
  • Kandungan: Doxycycline 100 mg; Doxycycline 50 mg
  • Bentuk: Kapsul
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 4 kapsul
  • Farmasi: Interbat

Kegunaan Interdoxin

Interdoxin digunakan sebagai antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri.

Dosis & Cara Penggunaan Interdoxin

Interdoxin merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan interdoxin juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Infeksi yang rentan terhadap Doxycycline:
Dewasa: 200 mg perhari, diikuti dengan 100-200 mg per hari.

Infeksi Sipilis:
Dewasa : 300 mg per hari dibagi dalam dosis terbagi selama 10 hari.

Pencegahan tifus:
Dewasa : 200 mg sebagai dosis tunggal.

Efek Samping Interdoxin

Efek samping yang mungkin terjadi apabila mengkonsumsi Interdoxin adalah hipotensi (tekanan darah lebih rendah dari batas normal), Anemia, Anoreksia, sakit kepala, urtikaria (Gatal/biduran), mual, muntah, diare, nyeri perut bagian atas.

Kontraindikasi:
- Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap Doxycycline.
- Wanita hamil dan menyusui.
- Anak dibawah 8 tahun.

Interaksi Obat:

  • Absorbsi golongan tetrasiklin dengan cara pemberian oral dapat terganggu bila diberikan bersama-sama dengan susu dan mineral-mineral seperti Ca, Al, Mg, Fe.
  • Dengan oral kontrasepsi akan menurunkan efektivitas oral kontrasepsi.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Interdoxin ke dalam Kategori D:

Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Artikel
    Penyakit Terkait