Sukses

Pengertian Intercon

Intercon merupakan salah satu Sediaan Krim dan Salep yang mengandung zat aktif Mometasone furoate. Intercon digunakan untuk mengobati kondisi kulit seperti eksim (bengkak dan kemerahan pada kulit), psoriasis (peradangan kronis pada kulit), alergi dan ruam. Mometasone dapat meredakan pembengkakan, gatal-gatal, dan kemerahan.

Keterangan Intercon

  • Golongan: Obat keras.
  • Kelas Terapi: Topikal Kortikosteroid.
  • Kandungan: Mometasone furoate 0.1%.
  • Bentuk: Krim; Salep
  • Satuan Penjualan: Tube.
  • Kemasan: Tube 10 Gram.
  • Farmasi: Interbat.

Kegunaan Intercon

Intercon digunakan untuk membantu mengobati kondisi kulit, psoriasis (peradangan kronis pada kulit), alergi, eksim (bengkak dan kemerahan pada kulit), ruam.

Dosis & Cara Penggunaan Intercon

Intercon merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan intercon juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Dosis dan Cara Penggunaan Mofacort:

  • Dewasa dan anak-anak diatas 12 tahun oleskan lapisan tipis ke daerah yang terinfeksi sekali sehari.
  • Anak umur kurang dari 2 tahun oleskan lapisan tipis ke daerah yang terkena sekali sehari selama tidak lebih dari 3 minggu.

Efek Samping Intercon

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Intercon antara lain rasa terbakar dan gatal atau menyengat.

Kontraindikasi:
Hipersensitif

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Intercon:
Hindari penggunaan Intercon bersamaan dengan konsumsi ketoconazole dapat meningkatkan efek sistem dari mometason.

Keamanan Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan intercon ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait