Sukses

Pengertian Insetron

Insetron adalah obat yang memiliki kandungan zat aktif Ondansentron HCl dengan bentuk sediaan tablet, diproduksi oleh Indofarma. Insetron digunakan untuk mengatasi mual dan muntah akibat operasi, kemoterapi atau radioterapi. Insetron bekerja dengan cara memblokir salah satu zat alami tubuh (serotonin) yang menyebabkan mual atau muntah.

Keterangan Insetron

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antiemetik
  • Kandungan: Ondansetron HCl 4 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 2 Strip @ 6 Tablet
  • Farmasi: Indofarma.

Kegunaan Insetron

Insetron digunakan untuk mengatasi mual dan muntah akibat pasca operasi, kemoterapi atau radioterapi.

Dosis & Cara Penggunaan Insetron

Insetron ini termasuk dalam golongan obat keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan anjuran resep dokter.

  • Pencegahan mual selama kemoterapi
    Dewasa: 8 mg dua kali sehari sampai 5 hari setelah pengobatan
  • Pencegahan mual dan muntah sebelum kemoterapi
    Dewasa dan anak diatas 12 tahun: 8 mg diberikan setengah sampai 2 jam sebelum kemoterapi, diikuti dengan 8 mg setelah 8 atau 12 jam.
    Anak 4-11 tahun: 4 mg diminum 30 menit sebelum kemoterapi. Dosis dapat diulangi 4 dan 8 jam setelah pemberian dosis awal
  • Mual dan muntah setelah operasi
    Dewasa: 16 mg diberikan sebagai dosis tunggal, 1 jam sebelum anestesi
    Anak > 40kg: 4 mg diberikan 1 jam sebelum anestesi.

Cara Penyimpanan:
Simpan pada suhu antara 2-30°C.

Efek Samping Insetron

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Insetron, antara lain:

  • Nyeri dada, hipotensi, aritmia, peningkatan sementara enzim hati, penglihatan kabur sementara (karena injeksi IV cepat). Jarang, kebutaan sementara, sindrom serotonin.
  • Sembelit, diare.
  • Demam, sensasi dingin.
  • Sakit kepala.
  • Pusing.
  • Sedasi
  • Insomnia.
  • Retensi urine.
  • Sistem reproduksi dan gangguan payudara: penyakit ginekologis.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Insetron pada pasien yang memiliki indikasi: 
hipersensitivitas, sindroma perpanjangan interval QT bawaan.

Interaksi obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Insetron:

  • Dexamethasone Na phosphate dapat mempotensiasi efek antiemetik.
  • Dapat mengurangi efek analgesik tramadol.
  • Pemberian bersama dengan antiaritmia (Amiodaron), atenolol, antrasiklin (Doxorubicin, daunorubicin), trastuzumab, erythromycin, dan ketoconazole dapat menyebabkan perpanjangan aditif interval QT dan meningkatkan risiko aritmia.
  • Induksi CYP3A4 yang poten (misal Fenitoin, karbamazepin, rifampisin) dapat mengurangi konsentrasi plasma dan meningkatkan pembersihan ondansetron.

Kategori kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Insetron ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Overdosis:

  • Pemberian Insetron yang melebihi dosis yang dianjurkan akan menimbulkan gejala, seperti tekanan darah rendah, gangguan penglihatan, sembelit parah, episode vasovagal dengan blok AV derajat 2 sementara, dan sindrom serotonin ditandai dengan muntah, diare, detak jantung cepat, tremor, kejang, delirium, dan koma pada anak-anak.
  • Jika terjadi overdosis, segera lakukan pengobatan suportif dan simtomatik (Dibantu oleh tenaga medis profesional).
Artikel
    Penyakit Terkait