Sukses

Pengertian Inpepsa

Inpepsa merupakan sediaan suspensi yang mengandung Sucralfate sebagai zat aktifnya. Inpepsa digunakan untuk menangani tukak duodenum (bagian pertama usus halus). Inpepsa memliki mekanisme kerja dengan membentuk lapisan pelindung pada dinding duodenum, sehingga dapat melindungi tukak dari asam lambung. Membentuk lapisan pelindung tersebut, Inpepsa akan mencegah kerusakan tidak bertambah parah, meredakan rasa sakit, dan membantu penyembuhan tukak (luka pada lambung). Inpepsa umumnya dikonsumsi untuk jangka pendek, yaitu selama empat hingga delapan minggu.

Keterangan Inpepsa

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antasida, Antirefluks, dan Antiulseran.
  • Kandungan: Sucralfate 500 mg/5 mL
  • Bentuk: Suspensi
  • Satuan Penjualan: Botol.
  • Kemasan: Botol 100 mL dan 200 mL.
  • Farmasi: Pratapa Nirmala.

Kegunaan Inpepsa

Inpepsa digunakan untuk mengatasi maag akut (tukak duodenum dan lambung, gastritis kronis).

Dosis & Cara Penggunaan Inpepsa

Inpepsa merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan inpepsa juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Cara penggunaan: Dewasa 2 sendok teh, 4 kali sehari. Atau sesuai petunjuk Dokter. Diminum 1 jam sebelum makan atau 2 jam sesudah makan.

Efek Samping Inpepsa

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Inpepsa, yaitu konstipasi (sembelit) dan mulut kering.

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Inpepsa:
Dapat mengurangi absorpsi simetidin, siprofloksasin, digoksin, ketokonazol, norfloksasin, fenitoin, ranitidin, tetrasiklin dan teofilin.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Inpepsa ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait