Sukses

Pengertian Infimox

Infimox adalah obat yang memiliki kandungan zat aktif Moxifloxacin Hydrochloride dengan bentuk sediaan kaplet yang diproduksi oleh Infion. Infimox digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Infimox bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan bakteri (menghambat dua tipe enzim topoisomerase II).

Keterangan Infimox

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Nootropics dan Neurotonics / Neurotrophics
  • Kandungan: Moxifloxacin HCl 400 mg
  • Bentuk: Kaplet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 1 Strip @ 10 Kaplet
  • Farmasi: Infion.

Kegunaan Infimox

Infimox digunakan untuk infeksi pneumonia, sinusitis akut, bronkitis kronis, infeksi kulit, dan radang pinggul.

Dosis & Cara Penggunaan Infimox

Infimox termasuk dalam golongan obat keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan anjuran resep dokter.

  • Bronkitis kronis
    Dewasa 400 mg sekali sehari selama 5-10 hari.
  • Infeksi pneumonia
    Dewasa : 400 mg sekali sehari selama 10 hari.
  • Sinusitis akut
    Dewasa 400 mg sekali sehari selama 7 hari.
  • Infeksi kulit
    Dewasa 400 mg sekali sehari selama 7-21 hari
  • Radang pinggul
    Dikombinasikan dengan antibakteri lain 400 mg selama 14 hari.

Cara Penyimpanan:
Simpan pada suhu di bawah 25°C. Lindungi dari kelembaban.

Efek Samping Infimox

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Infimox, antara lain:

  • Reaksi hipersensitivitas (misalnya Anafilaksis, syok). Superinfeksi, hiperglikemia (berlebihnya kadar gula darah), kolitis pseudomembran atau diare terkait Clostridium difficile, efek Sistem Saraf Pusat (mis. Neuropati perifer, kejang, kecemasan, depresi, delirium, halusinasi), leukopenia, neutropenia, trombositopenia.
  • Anemia.
  • Tinnitus (telinga berdenging).
  • Mual, muntah, sakit perut.
  • Penyakit kuning.
  • Sakit kepala, pusing, susah tidur, kebingungan.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Infimox pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Hipersensitif terhadap moxifloxacin atau golongan quinolon.
  • Riwayat gangguan tendon.
  • Miastenia gravis (penyakit neuromuskuler jangka panjang yang menyebabkan berbagai tingkat kelemahan otot rangka).
  • Aritmia ventrikel.
  • Bradikardia (denyut jantung melambat).
  • Neuropati perifer.
  • Gangguan elektrolit.

Interaksi obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Infimox:

  • Peningkatan risiko bradikardia dengan agen pereduksi kalium (misalnya Loop diuretik).
  • Peningkatan risiko gangguan tendon dengan kortikosteroid.
  • Mengurangi penyerapan dengan membentuk chelate dengan antasida yang mengandung Al, Mg, Fe, sucralfate dan multivalent kation.
  • Dapat meningkatkan efek antikoagulan warfarin.

Kategori kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Infimox ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Overdosis:

  • Pemberian Infimox yang melebihi dosis yang dianjurkan akan menimbulkan gejala, seperti perpanjangan QT.
  • Jika terjadi overdosis, segera berikan arang aktif segera setelah terjadi overdosis. Lakukan pemantauan EKG. Penanganan pasien overdosis hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis profesional.
Artikel
    Penyakit Terkait