Sukses

Pengertian Ifidex

Ifidex merupakan salah satu nama dagang dari sediaan tablet yang mengandung dexamethasone, obat ini diproduksi oleh imfarmind farmasi industri. Ifadex atau dexamethasone digunakan untuk mengurangi respons pertahanan alami tubuh dan mengurangi gejala seperti reaksi pembengkakan dan alergi. Dexamethasone adalah glukokortikoid (hormon kortikosteroid) yang bekerja sebagai agen anti-inflamasi (anti perdangan) dengan menekan migrasi neutrofil, mengurangi produksi mediator inflamasi, membalikkan peningkatan permeabilitas kapiler, dan menekan respon imun.

Keterangan Ifidex

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Hormon Kortikosteroid.
  • Kandungan: Dexamethasone 0.5 mg.
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @10 Tablet.
  • Farmasi: Imfarmind Farmasi Industri.

Kegunaan Ifidex

Ifidex atau Dexamethasone digunakan untuk mengobati kondisi radang sendi, gangguan darah, hormon, sistem kekebalan tubuh, reaksi alergi, kondisi kulit dan mata tertentu, masalah pernapasan, gangguan usus tertentu.

Dosis & Cara Penggunaan Ifidex

Ifidexmerupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan ifidex juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Dewasa: Dosis awal: 0.5-9 mg setiap hari dalam dosis terbagi. Maksimal: 1.5 mg setiap hari. Dosis bersifat individual dan disesuaikan tergantung pada penyakit yang dirawat dan respons pasien. Lihat pedoman produk terperinci.
    Anak
  • Dosis awal: 0.02-0.3 mg / kg setiap hari dalam 3-4 dosis terbagi. Dosis tergantung pada keparahan penyakit dan respons pasien. Lihat pedoman produk terperinci.

Efek Samping Ifidex

  1. Gangguan perut.
  2. Sakit kepala.
  3. Pusing.
  4. Perubahan menstruasi.
  5. Sulit tidur.
  6. Nafsu makan meningkat, atau kenaikan berat badan dapat terjadi.
  7. Tanda-tanda infeksi (misalnya demam, sakit tenggorokan persisten).

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Ifidex atau Dexamethasone pada pasien yang memiliki indikasi:

  1. Tidak boleh diberikan pada penderita Infeksi jamur sistemik.
  2. Infeksi sistemik kecuali dirawat dengan anti-infeksi spesifik, setelah pemberian vaksin.

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Ifidex atau Dexamethasone:

  1. Penurunan konsentrasi plasma jika digunakan bersamaan dengan induser CYP3A4 (misalnya: Barbiturat, karbamazepin, efedrin, fenitoin, rifabutin, rifampisin).
  2. Peningkatan konsentrasi plasma jika digunakan bersamaan dengan inhibitor CYP3A4 (misalnya: Erythromycin, ketoconazole, ritonavir).
  3. Dapat meningkatkan clearance salisilat ginjal. Dapat meningkatkan efek hipokalaemik diuretik (acetazolamide, loop, thiazide), injeksi amfoterisin B, kortikosteroid, karbenoksolon, dan agen penipisan K.
  4. Dapat meningkatkan efek antikoagulan warfarin.
  5. Berpotensi Fatal: Dapat mengurangi efek terapi dari vaksin virus hidup.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan ifidex ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait