Sukses

Pengertian Iafed

Iafed merupakan sediaan obat yang di produksi oleh Erela. Obat ini tersedia dalam bentuk sediaan sirup dan tablet yang mengandung Dexchlorpheniramine Maleate, Glyceryl Guaiacolate, dan Pseudoephedrine HCl. Perbedaan Sediaan bertujuan untuk memudahkan pasien yang sulit menelan dan menutupi rasa yang tidak enak pada obat. Iafed diindikasikan untuk pengobatan pilek, batuk, alergi, rhinitis alergi, serta hiidung tersumbat dan kondisi lainnya.

Kandungan zat aktif Dextromethorphan berguna sebagai antitusif (obat yang digunakan untuk mengurangi gejala batuk akibat berbagai sebab termasuk infeksi virus pada saluran napas atas). Guaifenesin (glyceryl guaiacolate) digunakan untuk ekspektoran atau peluruh dahak, pengencer lendir saluran napas. Sedangkan, Pseudoephedrine adalah obat yang digunakan untuk mengurangi tekanan dalam hidung atau sinus yang tersumbat akibat flu.

Keterangan Iafed

  1. Iafed Sirup:
    • Golongan: Obat Bebas Terbatas.
    • Kelas Terapi: Obat Batuk dan Pilek.
    • Kandungan: Dexchlorpheniramine Maleate 2 mg, Glyceryl Guaiacolate 100 mg, Pseudoephedrine HCl 30 mg
    • Bentuk: Sirup.
    • Satuan Penjualan: Botol.
    • Kemasan: Botol 60 mL.
    • Farmasi: Erela.
  2. Iafed Tablet:
    • Golongan: Obat Bebas Terbatas.
    • Kelas Terapi: Obat Batuk dan Pilek.
    • Kandungan: Dexchlorpheniramine Maleate 2 mg, Glyceryl Guaiacolate 100 mg, Pseudoephedrine HCl 30 mg
    • Bentuk: Tablet.
    • Satuan Penjualan: Strip.
    • Kemasan: Strip @10 Tablet.
    • Farmasi: Erela.

Kegunaan Iafed

Iafed digunakan untuk meringankan gejala batuk dan pilek.

Dosis & Cara Penggunaan Iafed

  1. Iafed Tablet
    Dewasa dan anak berusia lebih dari 12 tahun : 3 kali sehari 1 tablet.
  2. Iafed Sirup
    Anak-anak 6-12 tahun :1 sendok teh (5ml) 3 x sehari
    Anak usia > 12tahun: 3 sendok makan (15 ml) 3 x sehari.

Efek Samping Iafed

  1. Gangguan saluran pencernaan.
  2. Kecemasan.
  3. Kelelahan.
  4. Gemetar.
  5. Insomnia.
  6. Lemas
  7. Penurunan nafsu makan.
  8. Kesulitan berkemih, retensi urin.
  9. Depresi pernapasan.


Kontraindikasi:

  1. Hipertensi.
  2. Penyakit jantung koroner.
  3. Terapi MAOI (penghambat mono amin oksidase).


Kategori Kehamilan

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan iafed ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

 

Artikel
    Penyakit Terkait