Sukses

Pengertian Hexilon Injeksi

Hexilon adalah obat yang digunakan sebagai obat alergi, imunosupresan, anti syok dan anti inflamasi. Hexilon mengandung metil prednisolon bekerja dengan cara menembus membran sel sehingga akan terbentuk suatu kompleks steroid-protein reseptor. Di dalam inti sel, kompleks steroid-protein reseptor ini akan berikatan dengan kromatin DNA dan menstimulasi transkripsi mRNA yang merupakan bagian dari proses sintesa protein. Sebagai anti inflamasi, obat ini menekan migrasi neutrofil, mengurangi produksi prostaglandin (senyawa yang berfungsi sebagai mediator inflamasi), dan menyebabkan dilatasi kapiler.

Keterangan Hexilon Injeksi

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Kortikosteroid.
  • Kandungan: Metilprednisolon 125 mg.
  • Bentuk: Vial.
  • Satuan Penjualan: Box.
  • Kemasan: Box berisi 1 vial Hexilon dan 1 ampul pelarut 2 mL.
  • Farmasi: Dankos Farma.

Kegunaan Hexilon Injeksi

Hexilon digunakan untuk mengobati asma bronkiale, rhinitis alergika, dermatitis kontak, dermatitis atopik, lupus eritematosus sistemik, sindroma Stevens-Johnson dan berbagai kelainan lainnya yang responsif terhadap kortikosteroid.

Dosis & Cara Penggunaan Hexilon Injeksi

Dosis awal 4 - 48 mg per hari.
Dosis diturunkan secara bertahap sampai didapatkan dosis efektif yang terendah sebagai dosis pemeliharaan.

Efek Samping Hexilon Injeksi

Pemberian jangka pendek jarang menimbulkan efek samping yang serius. Pemberian jangka lama akan menimbulkan efek samping seperti yang ditimbulkan kortikosteroid lainnya, misalnya moon face, bufallo hump, hipertensi, osteoporosis, gangguan toleransi glukosa, gangguan sekresi hormon seks, striae pada kulit, petechiae, akne, edema, hipokalemia, atrofi korteks adrenal, tukak peptik, hambatan pertumbuhan pada anak, glaukoma, katarak, trombosis, psikosis.

Kontraindikasi
Hexilon sebaiknya tidak digunakan untuk kondisi dibawah ini:
1.TBC, ulkus peptikum, infeksi jamur sistemik, herpes simpleks, diabetes melitus, varisela.
2. Hipersensitif (reaksi berlebihan) terhadap methyl prednisolone atau glukokortikoid lainnya.

Interaksi Obat
1. Kehilangan penekan kortikosteroid-diinduksi adrenal dengan aminoglutethimide
2. Risiko hipokalemia dengan K-depleting agen (misalnya amfoterisin B dan diuretik)
3. Penurunan bersihan dengan antibiotik macrolide
4. Dapat menurunkan tingkat serum isoniazid
5. Peningkatan bersihan dengan cholestyramine
6. Risiko kejang dengan siklosporin
7. Peningkatan risiko aritmia dengan glikosida atau digitalis
8. Penurunan metabolisme dengan estrogen, termasuk kontrasepsi oral
9. Metabolisme ditingkatkan dengan rifampisin dan barbiturat
10. Peningkatan konsentrasi plasma dengan ketoconazole dan eritromisin
11. Risiko efek pada saluran cerna dengan aspirin atau NSAID lainnya
12. Dapat meningkatkan efek antikoagulan dari warfarin
13. Dapat mengurangi efek terapi antidiabetik.

Kategori Kehamilan
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Hexilon Tablet kedalam Kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:

"Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko yang mungkin timbul pada janin. "

Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat seperti Hexilon Tablet. Selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Artikel
    Penyakit Terkait