Sukses

Pengertian Hexilon

Hexilon adalah obat yang digunakan sebagai obat alergi, imunosupresan, anti syok dan anti inflamasi. Hexilon mengandung metilprednisolon yang bekerja sebagai anti inflamasi, obat ini menekan migrasi neutrofil (sel darah putih), mengurangi produksi prostaglandin (senyawa yang menyebabkan peradangan), dan menyebabkan dilatasi kapiler.

Keterangan Hexilon

  1. Hexilon Tablet
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Kortikosteroid.
    • Kandungan: Metilprednisolon 4 mg ; Metilprednisolon 8 mg ; Metilprednisolon 16 mg.
    • Bentuk: Tablet.
    • Satuan Penjualan: Tablet.
    • Kemasan: Box, 3 Strip @ 10 tablet.
    • Farmasi: Dankos Farma.
  2. Hexilon Injeksi
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Kortikosteroid.
    • Kandungan: Metilprednisolon
    • Bentuk: Tablet.
    • Satuan Penjualan: Tablet.
    • Kemasan: Box, 1 Vial @ 125 mg
    • Farmasi: Dankos Farma.

Kegunaan Hexilon

Hexilon digunakan untuk mengobati asma bronkial (jalan napas bengkak dan menyempit), rhinitis alergika (peradangan pada rongga hidung), dermatitis (peradangan kulit), lupus eritematosus sistemik (penyakit dimana sistem imun tubuh menyerang diri sendiri), sindrom Stevens-Johnson (Kelainan serius pada kulit) dan berbagai kelainan lainnya yang responsif terhadap kortikosteroid.

Dosis & Cara Penggunaan Hexilon

Obat Keras. Harus dengan Resep Dokter.

Dosis awal: 4 - 48 mg per hari.
Dosis diturunkan secara bertahap sampai didapatkan dosis efektif yang terendah sebagai dosis pemeliharaan.

Efek Samping Hexilon

Pemberian jangka pendek jarang menimbulkan efek samping yang serius. Pemberian jangka lama akan menimbulkan efek samping seperti yang ditimbulkan kortikosteroid lainnya, misalnya moon face (wajah menjadi membengkak sehingga menjadi bulat), bufallo hump (Menumpuknya jaringan lemak, terutama pada bahu serta wajah), hipertensi, osteoporosis (pengeroposan tulang), gangguan toleransi glukosa, gangguan sekresi hormon seks, striae (guratan) pada kulit, petechiae, akne (jerawat), edema, hipokalemia, atrofi korteks adrenal, tukak peptik, hambatan pertumbuhan pada anak, glaukoma, katarak, trombosis, psikosis.

Kontraindikasi:
Hexilon sebaiknya tidak digunakan untuk kondisi dibawah ini:

  • TBC, ulkus peptikum, infeksi jamur sistemik, herpes simpleks, diabetes melitus, varisela.
  • Hipersensitif (reaksi berlebihan) terhadap methyl prednisolone atau glukokortikoid lainnya.

Interaksi Obat:

  • Kehilangan penekan kortikosteroid-diinduksi adrenal dengan aminoglutethimide
  • Risiko hipokalemia dengan K-depleting agen (misalnya amfoterisin B dan diuretik)
  • Penurunan bersihan dengan antibiotik macrolide
  • Dapat menurunkan tingkat serum isoniazid
  • Peningkatan bersihan dengan cholestyramine
  • Risiko kejang dengan siklosporin
  • Peningkatan risiko aritmia dengan glikosida atau digitalis
  • Penurunan metabolisme dengan estrogen, termasuk kontrasepsi oral
  • Metabolisme ditingkatkan dengan rifampisin dan barbiturat
  • Peningkatan konsentrasi plasma dengan ketoconazole dan eritromisin
  • Risiko efek pada saluran cerna dengan aspirin atau NSAID lainnya
  • Dapat meningkatkan efek antikoagulan dari warfarin
  • Dapat mengurangi efek terapi antidiabetik.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Hexilon ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait