Sukses

Pengertian Harnal

Harnal adalah obat untuk mengobati gangguan miksi (proses pengeluaran urine) pada pasien dengan hiperplasia prostat jinak.

Kandungan tamsulosin HCl pada harnal memungkinkan obat ini untuk mengatasi kondisi pembesaran kelenjar prostat jinak atau benign prostatic hyperplasia (BPH), yang umumnya dialami oleh pria berusia di atas 50 tahun. Selain untuk mengobati, obat ini bisa digunakan untuk mencegah kondisi ini.

Tamsulosin bekerja dengan membantu menenangkan dan melemaskan otot di sekitar kelenjar prostat dan saluran kemih untuk melancarkan aliran urine.

Manfaat obat harnal juga dapat mengurangi gejala gangguan saluran kemih bagian bawah yang terkait dengan benign prostatic hyperplasia (BPH).

Harnal tablet terdiri dari dua macam, yaitu:

  • Harnal D tablet: mempunyai kandungan tamsulosin HCl 0.2 mg, dengan bentuk sediaan tablet dispersible (tablet yang mudah larut).
  • Harnal ocas tablet: mempunyai kandungan tamsulosin HCl 0.4 mg, dengan bentuk sediaan tablet lepas lambat desain baru yang disebut OCAS (oral-controlled absorption system).

Artikel Lainnya: 6 Penyebab Umum Susah Buang Air Kecil

Keterangan Harnal

Sebelum menggunakan obat harnal, sebaiknya baca terlebih dahulu keterangan-keterangan di bawah ini:

  1. Harnal Ocas 

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Obat untuk Gangguan Kandung Kemih & Prostat
  • Kandungan: Tamsulosin HCl 0.4 mg
  • Bentuk: Tablet lepas lambat
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 3 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Astellas.
  • Harga: Rp. 80.000 - Rp. 273.000/ Strip
  1. Harnal D

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Obat untuk Gangguan Kandung Kemih & Prostat
  • Kandungan: Tamsulosin HCl 0.2 mg
  • Bentuk: Tablet dispersible
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Harnal D: Box, 2 Strip @ 14 Tablet
  • Farmasi: Astellas
  • Harga: Rp. 160.000 - Rp. 349.000/ Strip

Kegunaan Harnal

Harnal digunakan untuk mengobati gangguan miksi (proses pengeluaran urine) pada pasien dengan hiperplasia prostat jinak.

Artikel Lainnya: Jumping Urine Bukan Solusi Susah Kencing Akibat Pembesaran Prostat

Dosis dan Cara Penggunaan Harnal

Harnal termasuk ke dalam golongan OBAT KERAS sehingga penggunaannya harus melalui resep dokter. Selain itu, dosis harnal harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.

Dosis harnal D tablet dan harnal ocas tablet, yakni:

Dewasa: 0,2-0,4 mg sekali sehari setelah makan.

Harnal D tablet diminum dengan cara meletakkan tablet di lidah, lalu biarkan melarut. Setelahnya, telan bersama air liur atau segelas air. Sementara itu, harnal ocas diminum dengan segelas air, jangan dikunyah ataupun digerus.

Simpan obat Harnal pada suhu di bawah 30 derajat Celsius, di tempat kering dan sejuk. 

Efek Samping Harnal

Ada beberapa efek samping harnal yang mungkin dapat terjadi selama penggunaan, di antaranya:

  • Sakit kepala
  • Gatal
  • Ruam kulit
  • Kelelahan
  • Penurunan tekanan darah
  • Gangguan fungsi organ hati
  • Gangguan pencernaan

Bila efek samping menetap bahkan memburuk, segera hentikan penggunaan harnal dan konsultasikan ke dokter.

Artikel Lainnya: Gangguan Prostat Hanya Terjadi pada Lansia?

Overdosis

Overdosis obat harnal dapat menyebabkan kasus hipotensi akut (tekanan darah kurang dari normal). Bila ini terjadi, terapi penunjang jantung harus diberikan. Cara pemulihan dilakukan dengan membaringkan pasien agar tekanan darah kembali normal.

Jika tindakan ini tidak membantu, maka tambahkan volume. Bila perlu, vasopressor dapat digunakan.

Fungsi ginjal harus dipantau dan tindakan suportif umum perlu diterapkan. Dialisis (cuci darah) tidak mungkin membantu karena tamsulosin sangat terikat dengan protein plasma.

Tindakan induksi mual dapat dilakukan untuk menghalangi penyerapan obat di dalam darah. Bila melibatkan jumlah yang banyak, lavage lambung dapat diterapkan dan arang aktif serta pencahar osmotik dapat digunakan, misalnya natrium sulfat.

Perlu diingat, penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Kontraindikasi

Harnal tidak dianjurkan penggunaannya pada kondisi-kondisi berikut: 

  • Pasien penyakit gagal ginjal.
  • Pasien penyakit hati.
  • Alergi terhadap tamsulosin.
  • Pasien hipersensitivitas.
  • Anak-anak di bawah 18 tahun dan wanita.

Interaksi Obat

Penggunaan obat harnal tidak dianjurkan bersamaan dengan obat

  • Obat hipertensi
  • NSAID
  • Antikoagulan
  • Antijamur
  • Antidepresan
  • Anti-hipersensitivitas
  • Phosphodiesterase-5 inhibitors
  • Sildenafil citrate
  • Vardenafil HCI
  • Hydrate
Artikel
    Penyakit Terkait