Sukses

Pengertian Grivin Forte

Grivin Forte adalah obat antijamur yang diproduksi oleh Phapros. Obat ini mengandung Griseofulvin yang diindikasikan untuk mengatasi infeksi sistemik yang disebabkan oleh jamur. Griseofulvin bekerja dengan menghambat pembelahan sel jamur pada metafase dengan mengganggu struktur gelendong mitosis sel. Griseofulvin mengikat keratin manusia, membuatnya tahan terhadap infeksi jamur; juga dapat mengganggu produksi asam deoksiribonukleat (DNA).

Keterangan Grivin Forte

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antijamur
  • Kandungan: Griseofulvin 500 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 10 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Phapros
  • Harga: Rp 50.000 - Rp 100.000 / Strip.

Kegunaan Grivin Forte

Grivin forte diindikasikan untuk mengobati infeksi jamur, seperti: Dermatofitosis (infeksi jamur superfisial disebabkan oleh dermatofita).

Dosis & Cara Penggunaan Grivin Forte

Grivin Forte termasuk dalam golongan obat keras, penggunaannya harus berdasarkan resep dokter. Aturan penggunaan Grivin Forte secara umum adalah:

  • Dewasa: 1-2 tablet setiap hari dalam dosis tunggal atau terbagi. Durasi pengobatan: 2-8 minggu (infeksi rambut dan kulit); hingga 6 bulan (infeksi kuku); dan ≥12 bulan (infeksi kuku jari kaki).
  • Anak: 10 mg / kgBB setiap hari dalam dosis terbagi.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 20-25 derajat Celcius.

Efek Samping Grivin Forte

Efek Samping yang dapat timbul yaitu:

  • Ruam kulit
  • Urtikaria (reaksi pada kulit yang ditandai dengan munculnya bentol berwarna kemerahan disertai rasa gatal)
  • Gangguan saluran pencernaan
  • Mulut kering
  • Perubahan rasa
  • Sakit kepala
  • Insomnia (Sulit tidur)
  • kelelahan.
  • Berpotensi Fatal: Reaksi kulit yang parah (misalnya: Sindrom Stevens-Johnson, nekrolisis epidermal toksik, eritema multiforme), hepatotoksisitas.

Kontraindikasi
Tidak boleh diberikan pada pasien yang hipersensitif terhadap griseofulvin, tidak boleh diberikan pada penderita lupus dan porfiria, penderita penyakit hati berat, gagal hepatoseluler, dan wanita hamil.

Interaksi Obat
Dapat mengurangi kemanjuran kontrasepsi oral, fenilbutazon, obat penenang dan hipnotik, dan antikoagulan kumarin. Turunnya penyerapan saluran pencernaan jika diberikan bersamaan dengan barbiturat.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Grivin forte ke dalam Kategori X:  Studi pada hewan atau manusia telah menunjukkan kelainan pada janin atau ada bukti risiko pada janin berdasarkan pengalaman manusia. Risiko penggunaan obat ini pada wanita hamil jelas melebihi manfaat yang diharapkan. Obat ini dikontraindikasikan pada wanita hamil dan wanita usia subur yang memiliki kemungkinan hamil.

Artikel
    Penyakit Terkait