Sukses

Pengertian Grathazon

Grathazon adalah obat yang mengandung Dexamethasone sebagai zat aktinya. Grathazon digunakan untuk membantu mengobati kondisi tertentu seperti asam urat, gangguan sistem kekebalan tubuh, reaksi alergi, kondisi kulit dan mata tertentu, masalah pernapasan, gangguan usus tertentu. Grathazon bekerja dengan cara mengurangi respon pertahanan alami tubuh dan mengurangi gejala seperti reaksi pembengkakan dan alergi.

Keterangan Grathazon

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Kortikosteroid
  • Kandungan: Dexamethasone 0.5 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 20 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Graha Farma
  • Harga: Rp 1.500 - Rp 3.000 / Strip.

Kegunaan Grathazon

Grathazon digunakan sebagai obat untuk mengatasi alergi dan peradangan.

Dosis & Cara Penggunaan Grathazon

Grathazon merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Dosis secara umum: 1 tablet, 3 kali sehari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 25 derajat Celcius.

Efek Samping Grathazon

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan antara lain kesulitan tidur, menambah nafsu makan, osteopororsis, sakit kepala dan gangguan jadwal menstruasi.

Overdosis

  • Gejala overdosis Dexamethasone antara lain reaksi anafilaksis dan hipersensitivitas.
  • Jika terjadi overdosis, berikan pengobatan suportif (oleh tenaga medis). Dapat diberikan adrenalin, aminofilin; berikan ventilasi tekanan positif.

Kontraindikasi
Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap Dexamethasone.

Interaksi Obat

  • Meningkatkan konsentrasi plasma dengan CYP3A4 inhibitors (ketokonazole, ritonavir).
  • Efek hipokalemia dengan (acetazolamide, loop, thiazide), amphotericin B, kortikosteroid, karbenoxolone dan K-depleting agents.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan grathazon ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait