Sukses

Pengertian Grafacef

Grafacef adalah obat antibiotik golongan sefalosporin, yang digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri, misalnya radang tenggorokan, infeksi kulit dan infeksi saluran kemih. Obat ini bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri. Oleh karena itu, pengobatan untuk infeksi virus dan jamur tidak akan berhasil. Penggunaan obat ini secara tidak tepat dan sembarangan dapat menyebabkan resistensi (bakteri menjadi kebal terhadap penyakit) yang dapat menyebabkan penurunan efektifitas kerja dari Grafacef Kapsul.

Keterangan Grafacef

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Cephalosporine.
  • Kandungan: Cefadroxil monohydrate 500 mg.
  • Bentuk: Kapsul.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @ 10 Kapsul
  • Farmasi: PT Graha Farma.
  • Harga: Rp. 66.000 - Rp. 150.000/ Box

Kegunaan Grafacef

Grafacef digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri, misalnya radang tenggorokan, infeksi kulit dan infeksi saluran kemih

Dosis & Cara Penggunaan Grafacef

Grafacef merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan Grafacef juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  1. Dewasa
    • Infeksi saluran kemih dan pernafasan: 1-2 kapsul, diminum 2 kali sehari.
    • Infeksi kulit dan jaringan lunak: 1 kapsul diminum 2 kali sehari.
  2. Anak usia 6-12 tahun
    • Dosis: 30 mg/kg berat badan perhari dalam dosis terbagi diberikan tiap 12 jam.

Cara Penyimpanan
Simpan ditempat sejuk dan kering, serta terhindar dari sinar matahari langsung.

Efek Samping Grafacef

Efek samping penggunaan Grafacef yang mungkin terjadi adalah:

  • Diare
  • Rasa sakit perut
  • Gangguan pencernaan
  • Peradangan pada lidah
  • Mual dan muntah
  • Ruam
  • Urtikaria atau biduran
  • Angioedema
  • Kolitis pseudomembran

Overdosis

  • Gejala: Mual, halusinasi, hiperrefleksia, gejala ekstrapiramidal, kesadaran menurun, atau koma dan gangguan fungsi ginjal.
  • Penatalaksanaan: Induksi muntah sekaligus atau lavage lambung; lakukan tindakan cuci darah jika diperlukan. Pantau dan jika perlu, perbaiki keseimbangan air dan elektrolit. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien yang hipersensitif (reaksi alergi) terhadap sefalosporin atau penisilin.

Interaksi Obat
Hindari penggunaan Grafacef bersamaan dengan obat-obat berikut:

  • Aminoglikosida
  • Diuretik poten
  • Probenesid

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Grafacef ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Perhatian Menyusui
Grafacef terserap kedalam ASI. Konsultasikan pada dokter sebelum menggunakan obat ini.

Artikel
    Penyakit Terkait